CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.007,80   -0,91   -0.09%
  • EMAS995.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Bidik Produksi 218.440 ton CPO di 2022, Palma Serasih (PSGO) Kerek Utilitas Pabrik


Rabu, 29 Juni 2022 / 07:30 WIB
Bidik Produksi 218.440 ton CPO di 2022, Palma Serasih (PSGO) Kerek Utilitas Pabrik


Reporter: Dimas Andi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen sawit, PT Palma Serasih Tbk (PSGO), berupaya melanjutkan tren positif kinerja bisnisnya sepanjang tahun 2022.

PSGO menargetkan, dapat memproduksi tandan buah segar (TBS) sebanyak 540.000 ton di tahun ini. Di saat yang sama, perusahaan ini juga membidik produksi minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) sebanyak 218.440 ton dan inti kelapa sawit sebanyak 35.579 ton.

Dengan target kinerja operasional tersebut, PSGO juga berharap penjualan neto di tahun 2022 dapat mencapai Rp 3,54 triliun dan sanggup meraih laba bersih sebesar Rp 488,20 miliar. Tahun lalu, PSGO meraup penjualan neto sebesar Rp 1,76 triliun dan laba bersih Rp 213,84 miliar.

“Sejauh ini sampai kuartal I-2022, produksi CPO kami berhasil naik 25% secara tahunan dari 31.000 ton menjadi 39.000 ton,” ujar Direktur Palma Serasih Astrida Niovita Bachtiar dalam paparan publik, Selasa (28/6).

Baca Juga: Dharma Satya Nusantara (DSNG) Ekspor Perdana Cangkang Kelapa Sawit ke Jepang

Untuk mencapai target-target tersebut, PSGO akan meningkatkan kapasitas dan potensi produksi, baik dari sisi kebun maupun pabrik. PSGO sudah punya modal berharga, mengingat di tahun 2021 perusahaan ini mulai mengoperasikan secara penuh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) kedua yang berkapasitas 90 ton per jam.

Sebelumnya, PSGO sudah memiliki PKS pertama yang berkapasitas 60 ton per jam. Seluruh perkebunan dan PKS milik PSGO berada di Kalimantan Timur. Adapun total area tanam PSGO hingga akhir tahun lalu mencapai 35.589 hektare, sedangkan utilisasi seluruh PKS perusahaan ini mencapai 71,2% di periode yang sama.

Lantas, di tahun 2022, PSGO menargetkan utilisasi kedua PKS tersebut dapat mendekati level 100%. Hal ini tentu bergantung pada kondisi pasar dan produktivitas TBS perusahaan tersebut.

Selain itu, PSGO juga berencana membangun bulking di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy untuk percepatan loading hasil produksi perusahaan tersebut. Bulking tersebut bakal memiliki kapasitas sebesar 2x5.000 ton dan pembangunannya akan dimulai pada tahun ini.

 

 

“Kemungkinan fasilitas bulking ini akan mulai beroperasi pada 2023 mendatang,” kata Astrida.

Untuk merealisasikan rencana bisnis tersebut, PSGO menyediakan dana capital expenditure (capex) atau belanja modal sebesar Rp 55 miliar di tahun 2022. PSGO memastikan bahwa pembangunan bulking merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan ini di bisnis sawit.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×