kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.005,40   -6,64   -0.66%
  • EMAS988.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Dharma Satya Nusantara (DSNG) Ekspor Perdana Cangkang Kelapa Sawit ke Jepang


Selasa, 28 Juni 2022 / 13:09 WIB
Dharma Satya Nusantara (DSNG) Ekspor Perdana Cangkang Kelapa Sawit ke Jepang
ILUSTRASI. Dharma Satya Nusantara (DSNG) ekspor perdana cangkang kelapa sawit ke Jepang


Reporter: Vina Elvira | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  SAMARINDA. PT Dharma Sumber Energi (DSE), perusahaan patungan antara PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) dengan eREX Singapore Pte Ltd, pada hari ini, Selasa, 28 Juni 2022, melakukan ekspor perdana sebanyak 10.500 ton cangkang kelapa sawit (Palm Kernel Shell) ke Jepang.

Ekspor perdana tersebut merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerja sama antara DSE dengan eREX Singapore PTE Ltd, yang telah ditandatangani pada September 2020 lalu untuk memasok cangkang kelapa sawit ke Jepang.

Mengutip keterbukaan informasi Selasa (28/6), cangkang kelapa sawit tersebut akan digunakan sebagai bahan baku pembangkit listrik tenaga biomasa di Jepang. Di mana, eREX Singapore PTE Ltd sendiri merupakan anak perusahaan dari eREX Co. Ltd, sebuah perusahaan publik terbesar dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga biomasa di Jepang.

Kegiatan ekspor perdana tersebut ditandai dengan proses pemuatan cangkang sawit ke atas tongkang yang berlangsung di Samarinda, Selasa, 28 Juni 2022 yang disaksikan oleh Direktur Utama DSE, Efendi Sulisetyo, dan dihadiri perwakilan dari eREX Jepang, Hiroaki Goto dan Kenichi Hanada.

Baca Juga: Efek Pembukaan Keran Ekspor, Harga CPO Mulai Menurun

Efendi mengatakan kerja sama ini merupakan kerja sama jangka panjang selama 15 tahun dengan volume mencapai 70.000 ton cangkang per tahun. Sampai akhir tahun 2022, DSE akan memasok sekitar 21.000 ton cangkang kelapa sawit yang akan dikapalkan secara bertahap dari Kalimantan Timur.

"Cangkang kelapa sawit tersebut berasal dari pabrik milik DSNG di Muara Wahau, Kalimantan Timur, yang sudah tersertifikasi RSPO. Selain itu, DSE juga sudah menyelesaikan audit sertifikasi green gold label, yang merupakan sertifikasi internasional untuk biomasa berkelanjutan, dan telah disetujui oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri di Jepang," ungkap Efendi dalam keterangannya. 

Dengan demikian, lanjut dia, cangkang sawit tersebut merupaka produk yang sudah memenuhi aspek sustainability yang dipersyaratkan pemerintah Jepang untuk produk pembangkit listrik tenaga biomas.

"Kontrak jangka panjang dengan eREX ini membuka peluang kami untuk mengekspor cangkang ke Jepang sebagai bahan baku biomas bagi pembangkit listrik berbasis biomas milik eREX tersebut," kata Efendi.

Baca Juga: DSNG Membukukan Laba Sebesar Rp 209 Miliar Sepanjang Kuartal I-2022

Kerja sama dengan eREX tersebut, menurut Efendi juga merupakan langkah strategis bagi DSNG, sebagai induk perusahaan DSE, dalam menerapkan kebijakan keberlanjutan (sustainability), yakni dengan memanfaatkan limbah yang dihasilkan dari proses produksi CPO menjadi produk yang bernilai ekonomis dan sesuai dengan prinsip-prinsip Environment, Social and Governance (ESG).

Sementara itu, perwakilan dari eREX Jepang, Hiroaki Goto, mengatakan pengalaman perdana ini merupakan milestone yang penting bagi DSE maupun eREX. Selama ini, cangkang kelapa sawit yang ekspor ke Jepang sebagian besar berasal dari pabrik kelapa sawit yang ada di wilayah Sumatera.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×