kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

BKPM bentuk tim khusus industri padat karya


Jumat, 04 September 2015 / 12:34 WIB
BKPM bentuk tim khusus industri padat karya


Reporter: David Oliver Purba | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Guna membantu permasalahan yang dihadapi industri padat karya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan membentuk tim khusus sektor ini. Nantinya, tim ini akan memberikan respon cepat atas permasalahan atau hambatan yang dihadapi oleh industri padat karya di lapangan.

Kepala BKPM Franky Sibarani menjelaskan, tim khusus ini pada tahap pertama akan menangani industri sepatu dan tekstil. Anggotanya, BKPM dan perwakilan dari asosiasi kedua sektor tersebut.

Menurut Franky, adanya tim khusus ini diharapkan dapat mempercepat koordinasi dengan lembaga pemerintah lain, termasuk pemerintah daerah sehingga permasalahan yang menghambat industri padat karya dapat segera diselesaikan.

“Unit ini akan berkolaborasi dengan perwakilan dari asosiasi tekstil dan sepatu, menjadi desk khusus yang akan berkoordinasi dengan kementerian dan Lembaga pemerintah lainnya, termasuk pemerintah daerah menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapi pelaku industri di kedua sektor tersebut,” ujar Franky dalam keterangan resmi, Jumat(4/9).

Franky menambahkan pembentukan tim padat karya ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan BKPM dengan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Kamis (3/9). Dalam pertemuan tersebut, BKPM dan API mengidentifikasi beberapa isu yang dapat didorong untuk meningkatkan daya saing industri tekstil yang existing.

Beberapa isu tersebut adalah persoalan perizinan, khususnya yang menyangkut perizinan penggunaan air permukaan, perizinan tenaga kerja wanita untuk jam kerja malam, serta tarif listrik bagi industri yang berdaya saing dengan negara lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×