kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

BLANJA.com dukung produk kriya go international


Jumat, 20 Juli 2018 / 09:51 WIB
ILUSTRASI. Blanja.com


Reporter: Puspita Saraswati | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. BLANJA.com memandang produk kriya sebagai salah satu sub sektor yang memiliki prospek sangat menjanjikan. Faiz Fashridjal selaku Head of Marketing BLANJA.com melihat produk kriya memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Produk kriya tidak hanya diakui di Indonesia, tapi juga sudah diakui oleh dunia. Tentunya jika semakin banyaknya produk kriya yang diekspor bisa memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap perekonomian nasional,” katanya kepada Kontan.co.id, Kamis (19/7).

Ia juga menambahkan, BLANJA.com yang merupakan joint venture dua perusahan besar yaitu Telkom Indonesia dan eBay menjadi privilege bagi produk kriya untuk bisa mengakses pasar global.

“Saat ini, kami sedang dalam tahap menyeleksi dan menyiapkan beberapa produk UKM terbaik yang akan dibawa ke pasar internasional melalui platform eBay,” ungkapnya.

Asal tahu, BLANJA.com saat ini mencatatkan ada sekitar 9000 UKM yang khusus menjual produk kriya. Di antara produk-produk tersebut, kategori dekorasi rumah seperti pajangan figura, lampu tidur, aneka piring dan cangkir yang terbuat dari kayu dan keramik masih menjadi produk yang paling banyak dicari.

“GMV (Gross Merchandise Value) produk kriya berada pada kisaran 27% dari rata-rata GMV setiap bulannya,” katanya.

Melihat besarnya potensi pertumbuhan produk kriya, pihaknya juga mengakui masih banyak faktor yang harus dipersiapkan untuk bisa membawa produk asli Indonesia ke pasar global.

“Tidak hanya dari segi kualitas produknya saja, namun kesiapan pelaku UKM itu sendiri. Dari hal yang paling dasar saja, yaitu faktor bahasa. Setidaknya mereka harus bisa berbahasa Inggris karena bahasa bentuk komunikasi antara penjual dan pembeli dalam bertransaksi," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×