Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) cukup optimistis dengan target kinerja yang dibidik tahun ini. Optimisme tersebut sejalan dengan pencapaian pada paruh pertama dibandingkan tahun sebelumnya.
Merujuk laporan keuangan, BLES tercatat membukukan kenaikan penjualan sebesar 33% year on year (yoy) menjadi Rp847,98 miliar pada semester I-2026, dibandingkan Rp 636,15 miliar pada semester I-2025.
Dari sisi bottom line, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan tercatat mencapai Rp 147,08 miliar. Angka ini naik signifikan 1.716% dibandingkan Rp 8,09 miliar pada posisi yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Keuangan BLES, Andrew menyampaikan realisasi pendapatan dan laba semester I-2026 telah mencapai sekitar 51,3% dan 94,8% dari proyeksi untuk tahun 2026.
Jadi, target kinerja perusahaan untuk tahun 2026 adalah sekitar Rp1,65 triliun untuk Pendapatan dan Rp155 miliar untuk laba tahun berjalan.
Manajemen BLES pun cukup optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan tersebut sampai akhir tahun nanti.
Baca Juga: BLES Optimalkan Utilisasi Pabrik untuk Dorong Kinerja Semester II-2026
“Dengan mempertimbangkan capaian kinerja pada semester pertama 2026, kami optimistis Perseroan dapat mempertahankan pertumbuhan positif hingga akhir tahun dan mencatatkan kinerja yang lebih baik dibandingkan 2025,” ungkap Andrew, kepada Kontan.co.id, Rabu (2/9/2026).
Ia mengatakan katalis positif juga datang dari sejumlah faktor, seperti permintaan bahan bangunan yang masih cukup kuat, peningkatan volume penjualan, serta perbaikan Average Sales Price (ASP).
Selain itu, BLES juga akan terus mengoptimalkan utilisasi kapasitas produksi, khususnya dari pabrik Banjarnegara. Pabrik yang baru beropeasi pada bulan Juli tahun lalu ini memiliki kapasitas produksi sekitar 965 ribu m³ per tahun.
Menurut Andrew, pabrik Banjarnegara masih memiliki ruang untuk meningkatkan produksi menuju kapasitas optimal.
Karena itu, dalam jangka pendek, prioritas BLES adalah memaksimalkan utilisasi kapasitas yang sudah tersedia, termasuk kapasitas tambahan dari pabrik Banjarnegara.
“Seiring dengan meningkatnya utilisasi, berharap kontribusi pabrik Banjarnegara terhadap volume penjualan dan pendapatan BLES juga akan terus meningkat,” ucapnya.
Meski demikian, Perusahaan tetap melihat peluang ekspansi ke wilayah di luar Jawa dalam jangka menengah hingga panjang.
Baca Juga: BLES Operasikan Forklift Listrik dan Bidik Kapasitas PLTS 4.370 kWp pada 2026
Hal ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar, mengingat penetrasi bata ringan di luar Jawa masih memiliki potensi pertumbuhan.
Namun, ekspansi baru akan dilakukan setelah perusahaan mempertimbangkan pertumbuhan permintaan, tingkat utilisasi kapasitas existing, kedekatan dengan pasar, biaya logistik, ketersediaan bahan baku, serta tingkat pengembalian investasi.
“Untuk pembangunan pabrik baru, perusahaan saat ini lebih memprioritaskan optimalisasi kapasitas yang sudah tersedia dan peningkatan utilisasi pabrik existing. Keputusan untuk melakukan ekspansi berikutnya akan mempertimbangkan perkembangan permintaan, tingkat utilisasi, kondisi pasar, serta aspek keekonomian investasi,” jelasnya.
Untuk tahun 2026, BLES mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp60 miliar–70 miliar. Dana capex tahun ini akan digunakan untuk mendukung penguatan distribusi melalui penambahan sekitar 50 unit truk, investasi efisiensi energi melalui penambahan instalasi solar panel, serta regenerasi mesin dan optimalisasi produksi.
Hingga Semester I-2026, realisasi capex Perseroan masih relatif terbatas seiring fokus manajemen pada optimalisasi kapasitas dan efisiensi operasional pabrik yang ada.
“Saat ini, Perseroan masih memfinalisasi dan mengonsolidasikan data realisasi capex tersebut,” pungkasnya.
Baca Juga: Efisiensi, Superior (BLES) Operasikan 43 Forklift Listrik di Lima Fasilitas Produksi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














