kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45995,22   -1,54   -0.15%
  • EMAS977.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

BMW: Tidak menutup kemungkinan bangun fasilitas perakitan sendiri di Indonesia


Jumat, 29 November 2019 / 15:25 WIB
BMW: Tidak menutup kemungkinan bangun fasilitas perakitan sendiri di Indonesia
ILUSTRASI. Tambah Investasi —- Pekerja beraktivitas di fasilitas perakitan mobil BMW Jakarta, Rabu (18/7). Sejak tahun 2011 hingga saat ini BMW Group Indonesia telah menginvestasikan lebih dari Rp 270 miliar. Tahun ini BMW Indonesia menambah lebih dari Rp 20 miliar


Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produk BMW saat ini diketahui sudah cukup banyak yang berstatus CKD (Completely Knocked Down). Model-modelnya mulai dari Seri 3, Seri 5, Seri 7, serta model SUV X1, X3, X5. 

Director of Communications BMW Group Indonesia Jodie O’tania, mengatakan sebanyak 80% mobil BMW yang dijual di dalam negeri merupakan produksi lokal. 

Baca Juga: Gelontorkan dana Rp 10,10 Triliun, BMW Bangun Pabrik Mobil Listrik di China

“Cuma sedikit yang CBU (Completely Built Up), kami masih ada yang diimpor langsung dari Jerman tapi biasanya mobil-mobil yang eksotis seperti X4, X6, BMW M-Series juga masih CBU,” ucapnya kepada Kompas.com, Rabu (27/11). 

BMW sebenarnya tidak punya pabrik perakitan di Indonesia. Proses perakitan dikerjakan oleh anak perusahaan mitra lokal, Astra International, PT Tjahya Sakti Motor dan PT Gaya Motor Indonesia. 

Saat ditanya apakah BMW Indonesia bakal membangun fasilitas perakitan sendiri, Jodie mengatakan untuk sekarang rencana tersebut belum ada. Namun tak menutup kemungkinan dilakukan pada masa mendatang.

Baca Juga: Memasyarakatkan motor listrik lewat ajang IIMS Motorbike Expo 2019

“Kami masih merasa dengan adanya kerja sama dengan Astra, masih bisa memenuhi kebutuhan pelanggan di Indonesia,” katanya. 

“Tapi nanti kami lihat apabila pasar semakin besar, karena kami kan selalu melakukan riset, untuk saat ini masih sesuai. Sudah bisa memenuhi kebutuhan pelanggan,” ujar Jodie. 

Jodie juga menambahkan, produk BMW terlaris kebanyakan adalah model yang telah diproduksi secara lokal. Salah satu sebabnya, model BMW CBU dikenakan pajak dan aturan lain yang membuat harganya jadi terlampau tinggi. 

Baca Juga: Hadapi 2020, begini strategi bisnis Sentral Mitra Informatika (LUCK)

“Soal harga, kami enggak bisa bilang memangkas harga berapa persen, karena setiap model itu berbeda. Tapi yang rakitan lokal bisa lebih murah Rp 100 jutaan sampai Rp 200 jutaan per model,” ucapnya. (Dio Dananjaya)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BMW Pertimbangkan Bangun Fasilitas Perakitan di Indonesia"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×