Reporter: Leni Wandira | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID. - JAKARTA. PT BYD Motor Indonesia memperkuat strategi kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
Selain meluncurkan generasi terbaru BYD M6 EV yang diproduksi di Indonesia, perusahaan juga menegaskan strategi menghadirkan dua pilihan teknologi, yakni kendaraan listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) dan Dual Mode (DM), untuk memperluas adopsi kendaraan energi baru di pasar domestik.
President Director PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar utama BYD di kawasan karena kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang.
Baca Juga: DEN: Pengembangan CNG Strategi Diversifikasi Energi untuk Tekan Impor LPG
"Melalui strategi New Energy Vehicle yang menggabungkan Battery Electric Vehicle (EV) dan Dual Mode (DM), kami ingin menghadirkan lebih banyak pilihan agar semakin banyak masyarakat Indonesia dapat beralih ke kendaraan energi baru sesuai dengan kebutuhan mereka," ujarnya saat peluncuran di GIIAS 2026, Rabu (29/7/2026).
Menurut Eagle, BYD M6 menjadi representasi strategi tersebut dengan menawarkan dua opsi teknologi dalam satu lini produk, yakni BYD M6 EV dan BYD M6 DM.
Pada GIIAS 2026, BYD memperkenalkan penyempurnaan M6 EV yang kini diproduksi sepenuhnya di Indonesia.
Model ini dibekali baterai berkapasitas 58 kWh pada varian Standard dengan jarak tempuh hingga 450 kilometer. Mobil tersebut juga menghasilkan tenaga 150 kW dan torsi 310 Nm serta dipasarkan dengan harga Rp 395 juta.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan kehadiran teknologi EV dan DM ditujukan untuk menjawab kebutuhan konsumen yang berbeda, mulai dari penggunaan harian hingga perjalanan jarak jauh.
Baca Juga: Basis Manufaktur Energi Baru XCMG Beroperasi di IWIP, Siap Pasok Alat Berat Listrik
"Ada konsumen yang siap sepenuhnya menggunakan kendaraan listrik untuk mobilitas sehari-hari, namun ada pula yang membutuhkan fleksibilitas lebih untuk perjalanan jarak jauh maupun lintas wilayah," katanya.
BYD mencatat, sepanjang semester I 2026 penjualan BYD dan DENZA di Indonesia telah melampaui 26.000 unit dengan pangsa pasar sekitar 35% dari total penjualan kendaraan energi baru nasional.
Sementara itu, BYD M6 DM telah mengantongi lebih dari 4.000 pesanan sejak diluncurkan pada Mei 2026.
Perusahaan juga mengungkapkan perkembangan pasar kendaraan listrik nasional yang terus meningkat.
Sebelum BYD masuk ke Indonesia pada 2024, pangsa pasar kendaraan listrik nasional masih berada di bawah 1%. Kini, pangsa pasar kendaraan listrik disebut telah melampaui 22%, seiring meningkatnya adopsi kendaraan energi baru.
Untuk menopang pertumbuhan tersebut, BYD telah memiliki lebih dari 100 titik jaringan penjualan dan layanan purna jual yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: Strategi Futura Energi Global (FUTR): Incar 5 Lini Bisnis EBT
Perusahaan menilai penguatan ekosistem menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong percepatan adopsi kendaraan energi baru.
Selain meluncurkan M6 EV terbaru, BYD juga menghadirkan seluruh jajaran kendaraan EV dan DM di GIIAS 2026 melalui tema Innovation in Motion.
Perusahaan turut memperkenalkan pilihan warna baru Lavender Grey untuk BYD Seal dan BYD Sealion 7 serta menyediakan fasilitas test drive agar pengunjung dapat merasakan langsung performa kendaraan listrik maupun Dual Mode.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














