kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45995,22   -1,54   -0.15%
  • EMAS977.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Bos MIND ID Buka-Bukaan Soal Hasil Keuntungan dari Divestasi Freeport Indonesia


Jumat, 25 November 2022 / 08:03 WIB
Bos MIND ID Buka-Bukaan Soal Hasil Keuntungan dari Divestasi Freeport Indonesia
ILUSTRASI. Direktur Utama MIND ID, Hendi Prio Santoso


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Utama MIND ID, Hendi Prio Santoso mengungkapkan hasil dari divestasi Freeport Indonesia sudah dinikmati kembali oleh negara dalam bentuk penerimaan dividen yang terus meningkat.

“Divestasi Freeport memakan biaya US$ 3,8 miliar di mana saat ini penerimaan negara yang sudah diterima totalnya sebesar US$ 5,8 miliar. Artinya dari sisi penerimaan negara sudah menguntungkan,” jelasnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (24/11).

Hendi menjelaskan, dividen yang diterima MIND ID sampai periode saat ini sudah mencapai US$ 838 juta. Adapun di tahun depan di saat kepemilikan saham MIND ID akan naik menjadi 51% di periode akhir tahun buku 2023, maka pihaknya memproyeksikan dividen dari Freeport Indonesia senilai US$ 1 miliar.

Lewat proyeksi tersebut, Hendi menilai, dari sisi pengembalian utang karena akuisisi, semua biaya untuk aksi korporasi ini akan terlunasi pada 2024 mendatang.

Melansir laporan tahunan Inalum 2021, dividen interim dari PTFI yang diterima pada 25 Februari 2022 senilai US$ 159,19 juta atau setara dengan Rp 2,28 triliun. Dividen interim ini dibagikan untuk tahun buku 31 Desember 2021 untuk hak ekonomis Inalum yang saat ini senilai 18,72%.

Baca Juga: MIND ID Minta Subsidi Batubara dan Dukungan Regulasi untuk Proyek Gasifikasi Batubara

Meskipun pada 21 Desember 2018 Inalum telah menguasai 51,24% saham Freeport Indonesia, dividen yang diterima Inalum hingga tahun buku 2021 hanya memperhitungkan kepemilikan atas 18,72% saham Freeport Indonesia.

Kontan.co.id pernah menjelaskan sebelumnya bahwa berdasarkan Perjanjian Pemegang Saham antara Grup Inalum, Freeport Indonesia, dan Freeport-McMoran Inc., pendistribusian dividen Freeport Indonesia sebelum periode awal berakhir dialokasikan berdasarkan persentase kepemilikan legal pemegang saham Freeport Indonesia sebelum 21 Desember 2018.

Periode awal ialah periode antara selesainya akuisisi saham pada 21 Desember 2018 hingga tanggal yang jatuh lebih awal antara 31 Desember 2022 atau tanggal pada saat produksi kumulatif dan penjualan emas dan tembaga Freeport Indonesia melebihi jumlah yang ditentukan.

Artinya, hingga akhir 2022 Inalum hanya akan menerima dividen dari Freeport Indonesia berdasarkan kepemilikan atas 18,72% saham. Baru setelah 31 Desember 2022 atau setelah produksi dan penjualan melebihi jumlah yang ditentukan, Inalum dapat meraih dividen dari kepemilikan 51,24% saham Freeport Indonesia.

Baca Juga: Ini Perkembangan Terkini 5 Proyek Strategis Nasional (PSN) di Bawah MIND ID

Selain keuntungan dari dividen, Hendi menjelaskan bahwa saat ini pegawai di Freeport Indonesia sudah mencapai 98% di mana 40% hingga 45% dari Papua.

Hendi menilai, tambang Grasberg Blok Cave Freeport Indonesia sudah melakukan kegiatan smart mining melalui 5G mining yang mengedepankan aspek keamanan, elektrifikasi, dan otomasi.

 

Selanjutnya: Jangan Lupa Juli 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×