kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.996.000   8.000   0,27%
  • USD/IDR 16.977   -52,00   -0,31%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Sektor Ritel hingga Pariwisata Diproyeksi Raup Untung Besar Saat Lebaran 2026


Rabu, 18 Maret 2026 / 15:37 WIB
Sektor Ritel hingga Pariwisata Diproyeksi Raup Untung Besar Saat Lebaran 2026
ILUSTRASI. Konsumsi Lebaran 2026 tak hanya ritel, sektor digital diprediksi tumbuh mengejutkan. Pahami polanya agar tak ketinggalan tren. (SURYA/Ahmad Zaimul Haq)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah sektor usaha diprediksi akan meraih keuntungan signifikan dari meningkatnya perputaran ekonomi selama periode Idulfitri atau Lebaran 2026. Momentum musiman ini secara konsisten menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor berbasis konsumsi domestik.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia, Shinta W. Kamdani, mengatakan bahwa sektor ritel dan fast moving consumer goods (FMCG) menjadi yang paling diuntungkan dari lonjakan aktivitas ekonomi menjelang dan selama Lebaran.

"Sektor ritel dan fast moving consumer goods (FMCG) menjadi yang paling terdorong momentum Lebaran," ujarnya kepada KONTAN, Selasa (17/3/2026).

Menurut Shinta, peningkatan ini didorong oleh naiknya kebutuhan masyarakat terhadap berbagai produk, mulai dari makanan dan minuman hingga kebutuhan rumah tangga, baik yang bersifat esensial maupun musiman.

Baca Juga: Mudik Lebaran 2026, Pemerintah Siapkan 189 SPKLU di Tol Trans Jawa dan Sumatra

"Hal ini sejalan dengan pola konsumsi masyarakat yang cenderung meningkat signifikan menjelang dan selama periode Lebaran," jelasnya.

Selain itu, sektor makanan dan minuman (food and beverage/F&B) juga diperkirakan mengalami pertumbuhan kuat. Peningkatan konsumsi tidak hanya berasal dari kebutuhan rumah tangga, tetapi juga tradisi berbagi serta berbagai kegiatan sosial yang meningkat selama Ramadan dan Idulfitri.

Di sisi lain, sektor transportasi dan logistik turut mengalami lonjakan permintaan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat. Arus mudik dan distribusi barang menjadi faktor utama yang mendorong aktivitas di sektor ini.

"Melonjaknya mobilitas tidak hanya mendorong pergerakan orang, tetapi juga distribusi barang secara lebih intensif," kata Shinta.

Dampak positif juga dirasakan oleh sektor pariwisata dan perhotelan, terutama melalui peningkatan perjalanan domestik dan aktivitas rekreasi selama masa libur Lebaran.

Baca Juga: Patuhi Aturan, X Tetapkan Batas Usia Minimum Pengguna di Indonesia Jadi 16 Tahun

Tak kalah penting, peran e-commerce dan perdagangan digital semakin menguat sebagai kanal utama konsumsi masyarakat. Perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan platform digital turut mempercepat pertumbuhan sektor ini.

Secara struktural, Shinta menilai bahwa berbagai sektor tersebut diuntungkan oleh kombinasi lonjakan permintaan musiman dan pergeseran pola konsumsi menuju digitalisasi.

"Dengan begitu, sektor-sektor ini mampu mengoptimalkan momentum Lebaran sebagai periode dengan aktivitas ekonomi tertinggi dalam siklus tahunan," imbuh Shinta.

Dengan tren tersebut, Lebaran 2026 diperkirakan kembali menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya dari sisi konsumsi rumah tangga yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×