Reporter: Zendy Pradana | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menyatakan masih belum ada rencana untuk menaikkan harga jual produk, di tengah kondisi nilai tukar rupiah yang melemah hingga titik terendahnya sepanjang sejarah.
Communication Management Dept Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Puti Annisa Moeloek mengatakan, penjualan Isuzu sejauh ini masih menunjukkan kinerja yang cukup positif di tengah kondisi melemahnya nilai tukar rupiah ke dolar AS.
Meski begitu, IAMI juga masih tetap mencermati dinamika nilai tukar rupiah. Sebab, hal tersebut perlu dicermati karena dapat memengaruhi biaya produksi, rantai pasok, hingga kondisi daya beli pasar ke depannya.
Baca Juga: Perhapi Soroti Keluhan Kadin China, Berpotensi Pangkas Outlook Industri Tambang RI
Kemudian, Isuzu juga menjelaskan bahwa kondisi seperti ini justru belum terdampak terhadap harga jual produk Isuzu ke depannya. Sehingga, Isuzu belum memiliki rencana untuk menaikkan harga jual.
"Sejauh ini Isuzu belum memiliki rencana untuk melakukan penyesuaian harga kendaraan. Namun demikian, kami tetap melakukan monitoring secara berkala terhadap perkembangan nilai tukar rupiah serta kondisi pasar secara keseluruhan," ujar Puti dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (18/5/2026).
Isuzu, kata Puti, masih fokus konsisten memahami kebutuhan pelanggan dan menghadirkan solusi bisnis yang tepat bagi operasional konsumen.
"Isuzu juga terus menjalankan triple action strategy serta memperkuat layanan berbasis Total Solution, mulai dari efisiensi kendaraan, layanan purna jual, hingga dukungan operasional untuk membantu pelanggan menjaga produktivitas dan biaya usaha tetap optimal di tengah kondisi pasar saat ini," jelas Puti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












