kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.427.000   7.000   0,49%
  • USD/IDR 16.160
  • IDX 7.321   96,85   1,34%
  • KOMPAS100 1.149   10,13   0,89%
  • LQ45 923   12,71   1,40%
  • ISSI 219   0,62   0,28%
  • IDX30 461   6,63   1,46%
  • IDXHIDIV20 555   8,24   1,51%
  • IDX80 129   1,33   1,04%
  • IDXV30 130   1,58   1,24%
  • IDXQ30 156   2,26   1,48%

BPDPKS Gelontorkan Rp 7,46 Triliun untuk Peremajaan 271.446 Ha Kebun Sawit Rakyat


Selasa, 31 Januari 2023 / 18:02 WIB
BPDPKS Gelontorkan Rp 7,46 Triliun untuk Peremajaan 271.446 Ha Kebun Sawit Rakyat
BPDPKS Gelontorkan Rp 7,46 Triliun untuk Peremajaan 271.446 Ha Kebun Sawit Rakyat


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kepala Divisi Perusahaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Achmad Maulizal mengatakan dari tahun 2016 hingga 2022 sudah ada 271.446 hektare luasan kebun sawit petani swadaya yang dapat dukungan dana replanting dari BPDPKS.

Adapun sepanjang tahun tersebut, realisasi dana program peremajaan sawit rakyat (PSR) yang sudah digelontorkan BPDPKS sebesar Rp 7,46 triliun. Dimana jumlah petani swadaya yang mendapatkan dukungan replanting sejumlah 119.055 petani.

"Progres replanting smalholders sudah 119.055 petani yang sudah kita dukung dengan PSR, belum lagi penyaluran dananya cukup besar yaitu Rp 7,46 triliun, dengan luas area dari 2016-2022 yaitu 271.446 hektar," papar Maulizal dalam Diskusi Sawit Berkelanjutan Vol 12 yang diselenggarakan Infosawit di Jakarta, Selasa (31/1).

Baca Juga: Produksi CPO Tahun 2022 Mencapai 46,7 Juta Ton, Gapki: Lebih Rendah dari Tahun 2021

Dari total realisasi pendanaan program PSR tersebut untuk tahun 2022 sekitar Rp 922,78 miliar. Dengan realisasi luasan lahan sekitar 30.759 hektar.

Angka realisasi tahun 2022 tersebut berdasarkan paparan BPDPKS lebih rendah 2021. Tahun 2021 realisasi program PSR sebesar Rp 1,26 triliun dengan luasan lahan 42.211 hektar.

Adapun dilihat dari wilayah Maulizal menambahkan, penerima program PSR terbesar ialah di Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara. Kemudian disusul dengan Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat dan Aceh.

Ia mengatakan dengan program replanting tersebut diharapkan membuat petani swadaya bisa dapatkan ekonomi berkelanjutan dari kelapa sawit itu sendiri.

Baca Juga: Dinamika Harga Minyak Sawit Bakal Pengaruhi Kinerja Sampoerna Agro (SGRO)

Replanting menjadi upaya pemerintah untuk mendorong petani swadaya meningkatkan produktivitas lahan sawitnya. 

Di mana saat ini produktivitas petani swadaya sekitar 2 sampai 3 ton sawit per hektar. Produktivitas tersebut masih jauh di bawah perusahaan besar yang memiliki produktivitas sekitar 5 sampai 6 ton sawit per hektar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Pre-IPO : Explained Supply Chain Management on Efficient Transportation Modeling (SCMETM)

[X]
×