kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

BPDPKS mendapat penghargaan dari PWI Pusat pada perayaan hari pers nasional


Selasa, 09 Februari 2021 / 16:29 WIB
BPDPKS mendapat penghargaan dari PWI Pusat pada perayaan hari pers nasional
ILUSTRASI. Eddy Abdurrachman, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mendapat penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat pada perayaan hari pers Nasional 2021. Penghargaan itu diberikan atas kemitraan dan kerjasama bersama media yang selama ini telah berjalan dengan baik.

Ketua Umum PWI Pusat dan penanggungjawab Hari Pers Nasional (HPI) 2021, Atal S Depari saat memberikan penghargaan itu mengatakan, insan pers mendukung penuh BPDPKS dalam melaksanakan program pemberdayan dan kemitraan strategis bersama media sejauh ini.

"Apresiasi ini sangat layak diberikan kepada BPDPKS atas kontribusinay terhadap pers selama ini," ujar Atas dalam sambutnya, Selasa (9/2).

Terkait penghargaan itu, Direktur Utama BPDPKS,  Eddy Abdurrachman, mengatakan, pihaknya berharap, ke depan, sinergi antara BPDPKS dan pers terus ditingkatan untuk mendorong pembangunan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Jokowi sebut pers menjadi ruang diskusi dan kritik penanganan pandemi

“Kami yakin sinergi ini akan memberikan dampak signifikan terhadap kemajuan BPDPKS melalui peranan pers yang dominan dalam menyampaikan fakta objektif tentang industri sawit dengan melakukan program pelatihan wartawan bersama PWI Pusat”, ujar Eddy.

Perayaan HPN 2021 yang berlangsung secara virtual in juga dihadiri Menteri Koordinato Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Dalam kesempatan itu, Airlangga berharap agar kelapa sawit terus dijaga karena memberikan stimulus besar bagi perekonomian nasional dan mendorong ekonomi kerakyatan.

“Di saat banyak sektor ekonomi terdampak akibat pandemi covid 19, industri sawit menjadi salah satu sektor industri yang tidak terdampak, sebanyak 16 juta pekerja kelapa sawit tetap bekerja produktif di tengah ketidakpastian sektor ekonomi lainnya”, papar Airlangga.

Ia juga mengatakan, perlunya melibatkan media secara aktif untuk menjaga eksistensi industri sawit dengan masifnya pemberikaan.

“Maraknya isu negatif yang menghantam industri sawit, membuat pemerintah bergerak dengan melakukan gugatan kepada WTO terkait kebijakan diskriminatif kelapa sawit, hal ini perlu didukung dengan kuatnya pemberitaan dan informasi dalam membangun presepsi positif dan awareness, saya yakin pers telah melakukan standarisasi ketat dalam peliputannya”, sambung Airlangga.

Baca Juga: Waspada! BMKG perpanjang peringatan dini hujan lebat di Jawa Tengah termasuk Semarang

Direktur Jendral Informasi dan Komunikasi Publik, Widodo Muktiyo, menambahkan tentang strategi pemerintah dalam menangkal berbagai macam pemberitaan terkait kelapa sawit.

“Kita sudah mempersiapkan data-data terkait informasi dan komunikasi serta kebijakan yang di atur di dalamnya, sehingga rekan pers akan lebih mudah dalam melakukan pemberitaan secara aktual”, jelas Widodo.

Baca Juga: Jokowi siapkan 5.000 vaksin Covid-19 untuk awak media di akhir Februari

Hal serupa diutarakan oleh,  Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry Ch Bangun, terkait masalah yang dihadapi sawit saat ini.

“Permasalahan sawit ini ada dua, yakni masalah lingkungan dan ekonomi. Media harus memberikan pemberitaan secara berimbang dan objektif terkait kelapa sawit”, sambung Hendry.

Untuk itu berbagai upaya pemberdayaan dilakukan oleh BPDPKS salah satunya adalah pemberdayaan petani dan lanjutan kemitraan bersama rekan media yang ditingkatkan. Oleh karena itu momentum sawit menjadi langkah bersama demi kelangsungan ekonomi secara nasional.

Selanjutnya: Penyintas Covid-19 mau donor plasma? Begini cara daftar dan syaratnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×