kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

BPS: 10 tahun terakhir, ekspor pertanian naik 363%


Kamis, 11 September 2014 / 16:38 WIB
ILUSTRASI. Katalog Promo Alfamart Gantung Spesial Ramadhan Periode 27 Maret-2 April 2023.


Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, pengurangan jumlah pekerja disektor pertanian selama 10 tahun terakhir tidak berjalan lurus dengan penurunan ekspor komoditas pertanian Indonesia.

Bahkan dalam sensus pertanian 2013, selama 10 tahun terakhir ekspor pertanian Indonesia meroket 362% dari tahun 2003. "Ekspor malah meningkat pesat dengan 362,9%," ujar Ketua BPS Suryamin, Kamis (11/9).

Suryamin mengatakan, karena ekspor meningkat terus, maka nilai jual produk pertanian juga meningkat terus. Sementara itu, produk pertanian yang berkontribusi besar terhadap meroketnya ekspor pertanian adalah tanaman hortikultura, perikanan dan perkebunan terutama kelapa sawit. 

Sementara itu, sasaran negara tujuan ekspor terbesar adalah India, Tiongkok, dan Jepang. Sebelumnya, BPS menyatakan penurunan petani terjadi dari 31,2 juta menjadi 26 juta petani pada 10 tahun terakhir. 

Artinya terjadi penurunan hampir 5 juta petani. Faktor utama penurunannya kata Suryamin, karena diakibatkan karena luas lahan yang digarap masih sangat kecil yaitu kurang dari setengah hektar. Dengan luas lahan yang kecil, maka pendapatan petani pun relatif kecil. (Yoga Sukmana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×