kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

BRTI akan menyisir data pelanggan prabayar yang sudah terdaftar


Kamis, 01 Maret 2018 / 08:25 WIB


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Salah satu pekerjaan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), yakni registrasi pelanggan telekomunikasi prabayar usai sudah. Kominfo mencatat, hingga 28 Februari 2018 jumlah nomor yang sudah melakukan  registrasi menembus 305 juta. Pencapaian itu mendekati jumlah nomor prabayar yang beredar di Indonesia sebanyak 376 juta. 

Kominfo lalu menetapkan timeline pemblokiran bertahap bagi pelanggan yang belum mendaftar. PR lain tentu saja mengecek kebenaran data registrasi tersebut.  Mari kita tengok, berdasarkan data Kominfo, jumlah pelanggan Telkomsel yang mendaftar sebanyak  Berdasarkan data kuartal III-2017, jumlah pelanggan Telkomsel sekitar 190 juta. Sementara pelanggan  XL Axiata di 2017 sebanyak  53,5 juta. Artinya, masih ada pelanggan dua operator ini yang belum mendaftar. 

Nah, yang menarik, pelanggan Indosat Ooredoo per kuartal III-2017 sebanyak 97 juta. Sementara yang mendaftar sudah 101 juta. Apakah itu pelanggan fiktif atau ada lonjakan jumlah pelanggan Indosat Ooredoo  di saat-saat terakhir? "Kami akan menyisir data-data tersebut," ujar anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Agung Harsoyo, kepada Kontan.co.id, Rabu (28/2).   

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×