kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

BSSR genjot ekspor batubara ke Korsel


Jumat, 07 Juli 2017 / 17:30 WIB


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) tertarik untuk memperbesar penjualan batubara ke Korea Selatan. Pasalnya, perseroan ini menilai konsumen utama batubara seperti China mulai membatasi ekspornya.

"Sedangkan permintaan Jepang stagnan, dan semua orang berharap pada India," tukas Direktur Utama PT Baramulti Suksessarana Tbk, Khoirudin usai Rapat Umum Pemegang Saham, Jakarta (7/7).

Kesempatan memperlebar pasar ke Korea Selatan semakin terbuka lebar setelah sebagian kepemilikan saham BSSR dimiliki oleh perusahaan energi asal Korea, GS Global dan GS Energy Co. Ltd. Kepemilikan saham baru dimulai April 2017 ini dengan porsi masing-masing 9,7% dan 5%. 

Tersiar kabar bahwa pihak GS tertarik membeli 1,5 juta ton batubara dari BSSR tiap tahun. Khoirudin bilang, tahun ini GS memang ada rencana bakal membeli batubara kepada BSSR. Namun  mereka belum menentukan alokasi jumlah batubara yang akan dibeli dan berapa lama kontrak pembeliannya.

Untuk porsi penjualan sampai saat ini jumlah batubara yang diekspor ke Korea masih terbilang kecil. Menurut Khoirudin, tahun lalu sekitar 5% dari volume penjualan, yakni sebesar 1,2 juta ton.

Dengan adanya rencana GS membeli batubara kepada BSSR, perseroan ini berharap volume penjualan ke Korea Selatan bisa berkontribusi 15% dari total target penjualan BSSR. Asal tahu saja, BSSR menargetkan penjualan batubara tahun ini sejumlah 10 juta ton. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×