kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Buah dan Sayur Indonesia Masih Kalah dari China dan Malaysia


Rabu, 28 April 2010 / 02:10 WIB
Buah dan Sayur Indonesia Masih Kalah dari China dan Malaysia


Reporter: Herlina KD |

JAKARTA. Tahun ini diharapkan pangsa pasar ekspor sayur dan buah Indonesia ke Singapura bisa ditingkatkan setidaknya menjadi sebesar 10%.

Ketua Kadin Indonesia Komite Singapura Iwan Dermawan Hanafi menyatakan, selama ini rata-rata kebutuhan sayur dan buah Singapura sekitar 1.300 ton - 1.500 ton per hari. Artinya, rata-rata setiap hari Indonesia hanya bisa menyuplai 6% nya atau sekitar 78 ton - 90 ton per hari.

Pangsa pasar Indonesia yang semakin tergerus ini disebabkan karena Indonesia tidak bisa berkompetisi dengan China dan Malaysia.

"Pangsa pasar kita direbut oleh China dan Malaysia, karena produk kita kurang bisa bersaing baik dari sisi harga dan kualitas," jelasnya. Ini disebabkan, ongkos produksi dan biaya kirim produk buah dan sayur Indonesia masih lebih malah ketimbang dua negara ini.

Berdasarkan data dari lembaga peneliti Independen Asia Pacific Frost Sullivan, dari total kebutuhan sayur dan buah Singapura, sebanyak 43% nya disuplai oleh Malaysia, disusul China dengan porsi sebesar 28%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×