kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Honda Pantau Dampaknya Pelemahan Rupiah ke Pasar Otomotif


Kamis, 14 Mei 2026 / 14:22 WIB
Honda Pantau Dampaknya Pelemahan Rupiah ke Pasar Otomotif
ILUSTRASI. Fasilitas Bodi dan Cat di bengkel resmi Honda (Dok/HPM)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga menyentuh level terendah sepanjang sejarah mulai menjadi perhatian pelaku industri otomotif nasional.

Berdasarkan perdagangan Kamis (14/5/2026), kurs rupiah berada di level Rp17.502 per dolar AS. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi biaya produksi hingga daya beli masyarakat.

Baca Juga: Linknet Perluas Kerja Sama dengan EJIP, Tambah Solusi AI CCTV dan IoT

Menanggapi situasi tersebut, PT Honda Prospect Motor (HPM) menyatakan terus memantau perkembangan pasar otomotif yang saat ini dinilai masih sangat dinamis.

Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy mengatakan, pergerakan pasar otomotif dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pelemahan rupiah, kondisi ekonomi, hingga kemampuan belanja konsumen.

“Kondisi pasar otomotif saat ini masih sangat dinamis. Kami terus memonitor perkembangan pasar secara berkala, termasuk terkait nilai tukar dan biaya produksi,” ujar Yusak kepada Kontan, Kamis (14/5/2026).

Meski tekanan terhadap rupiah meningkat, HPM menegaskan fokus perusahaan saat ini tetap menjaga kelayakan produk dan memberikan nilai tambah bagi konsumen.

Baca Juga: TikTok Shop Tokopedia Dorong Ekspor Brand Lokal ke Asia Tenggara

Menurut Yusak, Honda berupaya mempertahankan daya tarik produk melalui model yang relevan dengan kebutuhan pasar, program penjualan yang kompetitif, serta layanan purna jual yang kuat.

“Kami ingin terus memberikan value yang baik bagi konsumen melalui produk yang relevan, program penjualan yang memudahkan, serta layanan purna jual yang kuat,” katanya.

Ke depan, Honda juga akan menyesuaikan strategi bisnis mengikuti perkembangan pasar dan kondisi ekonomi domestik.

Namun demikian, perseroan menegaskan strategi tersebut tetap diarahkan untuk menjaga keberlanjutan bisnis jangka panjang, bukan semata mengejar target penjualan dalam jangka pendek.

Baca Juga: Rupiah Melemah, Industri Tekstil Tertekan Kenaikan Harga Bahan Baku Impor

“Honda akan terus menyesuaikan strategi sesuai kebutuhan pasar dengan tetap menjaga keseimbangan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, bukan hanya berfokus pada target penjualan jangka pendek,” tutup Yusak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×