kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   -29,00   -0,16%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

BUKA Fokus Genjot Ekspansi di Segmen Mitra, Ritel, Gaming, dan Investasi


Kamis, 25 Juni 2026 / 15:09 WIB
BUKA Fokus Genjot Ekspansi di Segmen Mitra, Ritel, Gaming, dan Investasi
ILUSTRASI. BMoney (KONTAN/Dina Hutauruk)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) terus melakukan transformasi untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang di tengah persaiangan industri digital yang semakin ketat. Perusahaan kini tidak hanya mengejar ukuran bisnis yang besar, tetapi lebih fokus pada strategi yang terukur dan berorientasi pada keuntungan.

Dalam proses transformasi tersebut, BUKA melakukan penyesuaian model bisnis untuk memperkuat fondasi inti dan memusatkan perhatian pada segmen yang memiliki jalur keuntungan lebih jelas. Sejak awal 2025,  Perusahaan menyederhanakan model bisnis dengan menghentikan penjualan produk fisik dan memusatkan diri pada empat lini utama, yakni Mitra Bukalapak, Gaming, Investasi, dan Ritel.

Corporate Secretary BUKA, Cut Fika Lutfi, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya manajemen agar setiap segmen bisnis tetap relevan dengan perkembangan pasar sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih kuat. “Dari sisi kinerja, transformasi ini mulai menunjukkan hasil positif,” ujarnay, Kamis (25/6/2026).

Baca Juga: Transaksi Digital Dorong Transaksi BukuWarung Lebih dari 60 Juta

Sepanjang 2025, BUKA membukukan pendapatan sebesar Rp6,5 triliun, tumbuh sekitar 46% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan Rp4,5 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mencerminkan kontribusi yang semakin kuat dari seluruh lini bisnis utama serta mendukung arah perusahaan menuju profitabilitas yang berkelanjutan.

Cut Fika bilang, BUKA berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan yang kuat pada awal 2026. Pendapatan meningkat 63% secara tahunan, dari Rp1,5 triliun pada kuartal pertama 2025 menjadi Rp2,4 triliun pada kuartal pertama 2026. 

Pada periode yang sama, perusahaan juga berhasil mencatat Adjusted EBITDA positif sebesar Rp4 miliar, membaik dari posisi negatif Rp20 miliar pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama didorong oleh kenaikan pendapatan serta efisiensi operasional yang terus diperbaiki.

Strategi bisnis BUKA saat ini berfokus pada empat lini utama yang saling terintegrasi. Melalui Mitra Bukalapak, perusahaan memberdayakan UMKM seperti warung tradisional dan agen kecil untuk bertransformasi menjadi ritel modern berbasis digital dengan model B2B2C. Platform ini juga berperan sebagai pusat layanan digital lokal yang menyediakan berbagai produk seperti pulsa, paket data, token listrik, dan voucher game melalui distribusi multi-kanal.

Baca Juga: Ekosistem Gaming Asia Tenggara Tembus US$ 14 Miliar di 2030, Indonesia Pasar Terbesar

Di sektor gaming, lanjut Cut Fika, BUKA mengandalkan Multi Realm Games (MRG) sebagai kontributor pendapatan terbesar. MRG mengelola ekosistem seperti Lapakgaming dan itemku yang menyediakan layanan top-up game, voucher digital, serta marketplace C2C dengan sistem escrow untuk menjaga keamanan transaksi. Segmen ini terus diperluas melalui konsolidasi dan kerja sama strategis di pasar domestik maupun internasional.

Pada bisnis investasi, BUKA menghadirkan BMoney sebagai platform berizin OJK yang memberikan akses investasi terjangkau ke reksa dana, saham, obligasi, dan emas. Hingga saat ini, BMoney telah mengelola aset sekitar Rp6 triliun, melayani lebih dari 1 juta pengguna, serta mencatatkan profitabilitas yang stabil.

Sementara itu, segmen ritel BUKA terus tumbuh dengan fokus pada produk fesyen dan gaya hidup, termasuk kolaborasi dengan merek internasional seperti ADLV, National Geographic, dan LifeWork, serta pengembangan brand internal. “Dengan struktur bisnis yang lebih terfokus ini, BUKA berupaya memperkuat fundamental perusahaan agar lebih tangguh dan kompetitif di era digital.” pungas Cut Fika.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×