kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Bukan prioritas, industri butuh tambahan pasokan gas


Kamis, 12 Mei 2011 / 21:36 WIB
ILUSTRASI. Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA) menyelenggarakan paparan publik di Jakarta, Kamis (30/7).


Reporter: Bambang Rakhmanto | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Energi merupakan syarat mutlak yang dibutuhkan industri untuk mengembangkan usahanya. Ketua Umum Asosiasi Pertextilan Indonesia Ade Sudrajat mengatakan tidak berkembangnya industri saat ini dikarenakan terkendala kurangnya pasokan gas untuk indsutri.

Menurutnya, pada 2010 industri mengalami kekurangan pasokan gas sebesar 25 %dan pada tahun ini diperkirakan kekurangan pasokan gas akan lebih dari 25 %. Hal tersebut dikarenakan pasokan gas untuk industri berada diurutan ketiga setelah PLN dan pupuk. "Kita kurang pasokan gas," kata Ade, Kamis (12/5).

Dia mengatakan, macetnya pasokan gas untuk industri membuat industri sulit untuk berkembang sehingga mengakibatkan banyak pengangguran yang tidak terserap dan pertumbuhan ekonomi tidak baik.

Selain itu, lanjutnya, Pada 2005 subsidi listrik dan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk industri dihapus menjadi harga keekonomian oleh pemerintah. Hal itu juga menjadi salah satu faktor tidak berkembangnya industri saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×