kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Bulog tambah beras 300.000 ton dari Vietnam dan Thai


Senin, 01 November 2010 / 12:18 WIB
Bulog tambah beras 300.000 ton dari Vietnam dan Thai
ILUSTRASI.


Reporter: Femi Adi Soempeno |

JAKARTA. Perum Bulog telah menambah impor beras dari Thailand dan Vietnam sebanyak 300.000 ton. Hal ini ditegaskan oleh Direktur Utama Perum Bulog Soetarto Alimoeso di Jakarta, Senin (11/1), seperti dikutip dari Bloomberg.

Seperti yang diberitakan KONTAN beberapa waktu lalu, untuk menjaga stok beras nasional, pemerintah telah memutuskan impor beras sebanyak 300.000 ton mulai Oktober 2010. Beras ini akan diusung secara bertahap melalui sepuluh pelabuhan di luar Pulau Jawa; yaitu yaitu Pelabuhan Dumai, Pelabuhan Teluk Bayur, Pelabuhan Lhoksumawe, Pelabuhan Belawan, Medan, Pelabuhan di Balikpapan, Pelabuhan Bitung, Bali, Ambon,Papua dan Nusa Tenggara Timur.

Persediaan beras di pasar global yang disuplai oleh lima negara eksportir terbesar di dunia kemungkinan akan anjlok tahun depan; sehingga berpotensi menyurung kenaikan harga beras. Hal ini ditegaskan oleh Concepcion Calpe, Senior Economist Food & Agriculture Organization of the UN di Roma, Kamis (21/10) lalu.

"Tahun depan akan bahaya. AS kemungkinan akan mengoreksi turun produksi berasnya dan persediaan sejumlah negara eksportir akan lebih ketat dari tahun ini. Mereka akan mengekspor cukup banyak tahun ini," kata Calpe.

Tahun ini, pengiriman beras dari Thailand, Vietnam, Pakistan, AS dan India, yang mencuil 80% perdagangan global. akan naik sebesar 8,4% dari tahun lalu menjadi 24,7 juta ton. Menurut hitungan Bloomberg berdasarkan data U.S. Department of Agriculture, kondisi ini akan menguras persediaan.



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×