kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Bulog tingkatkan serapan, HOKI tak khawatir


Rabu, 09 Agustus 2017 / 19:07 WIB


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pemerintah berencana meminta pengusaha penggilingan Jawa Timur untuk memasok beras ke Perum Bulog. Hal tersebut sebagai salah satu upaya stabilisasi harga beras di pasar.

Meski begitu, produsen beras PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) menilai, upaya pemerintah tidak akan berdampak pada industri beras karena adanya perbedaan kepentingan.

"Ya tidak ada hubungannya, karena kan Bulog dan kami nemeiliki kepentingan yang berbeda. Kalau Bulog untuk stabilisasi harga, sementara kami untuk produksi. Lagi pula, Bulog juga jumlahnya banyak sekali, sementara kami hanya sedikit," tutur Dion Surijata, Investor Relation PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) kepada KONTAN, Rabu (9/8).

Dia menjelaskan, rata-rata produksi beras HOKI yang membawahi merek Topi Koki, per tahunnya hanya berkisar 130.000 ton. Pasokan beras tersebut diambil dari penggilingan-penggilingan kecil yang tersebar di lima wilayah di Indonesia, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. "Dari 5 daerah itu, kami melihat mana yang paling surplus, lalu itu yang akan kami ambil," kata Dion.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×