kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -1.000   -0,04%
  • USD/IDR 17.876   21,00   0,12%
  • IDX 6.277   -107,68   -1,69%
  • KOMPAS100 821   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,68   -1,37%
  • ISSI 216   -5,69   -2,56%
  • IDX30 347   -5,77   -1,63%
  • IDXHIDIV20 433   -6,98   -1,59%
  • IDX80 94   -1,46   -1,53%
  • IDXV30 119   -2,04   -1,69%
  • IDXQ30 112   -1,71   -1,50%

BUMN pastikan tidak ada joint venture baru pengelolaan Freeport


Rabu, 11 Juli 2018 / 18:22 WIB
ILUSTRASI. Simulator Alat Berat di Tambang Emas Freeport


Reporter: | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pastikan tidak ada joint venture baru pada pengelolaan tambang Freeport.

Pengelolaan tambang tetap dilakukan oleh PT Freeport Indonesia (PTFI). PTFI menjadi joint venture antara PT Inalum (Persero) konsorsium dengan Freeport-McMoRan (FCX).

"PTFI akan jadi joint venture antara Inalum dan FCX," ujar Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno usai rapat dengan Komisi VI DPR, Rabu (11/7).

Meski tidak berpengaruh terhadap operator, divestasi PTFI akan berpengaruh pada direksi. Fajar bilang nantinya komposisi direksi sama seperti komposisi saham.

Asal tahu, PTFI akan melakukan divestasi saham sebesar 51%. Saham tersebut akan diambil oleh PT Inalum (Persero) konsorsium.

Divestasi tersebut juga akan melibatkan pemerintah daerah. "Nanti diatur sedemikian rupa sehingga efektif Pemerintah Daerah (Pemda) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua punya 10%," terang Fajar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×