kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

Buruh minta upah naik, ini tanggapan Rachmat Gobel


Senin, 05 November 2012 / 21:05 WIB


Reporter: Fahriyadi | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Permasalahan buruh di Indonesia, mulai bikin khawatir sejumlah pengusaha. Salah satunya adalah pengusaha elektronik, Rachmat Gobel. Pria yang aktif di berbagai asosiasi pengusaha ini khawatir, tuntutan buruh berdampak pada iklim investasi di Indonesia.

"Ini (masalah buruh) bisa jadi kerugian bagi bangsa Indonesia ke depannya," kata Rachmat di Jakarta, senin (5/11). Ia melanjutkan, tuntutan buruh soal kenaikan upah buruh akan berimplikasi pada tingkat kepercayaan pengusaha menaruh modalnya di Indonesia.

Ia bilang, jika terjadi penurunan kepercayaan investor, maka investasi di dalam negeri terancam turun drastis, karena muncul keraguan berinvestasi. Ia melanjutkan, masalah buruh membuat beberapa investor yang sudah eksis berpikir ulang melakukan ekspansi usahanya di Indonesia.

"Kepercayaan berinvestasi di Indonesia berkurang karena kejadian ini (masalah buruh). Selain itu semuanya luput dari penegakan hukum," katanya. Rachmat bilang rumor bakal hengkangnya berbagai perusahaan dari bumi Indonesia juga rentan dimanfaatkan oleh negara-negara lain yang ingin meningkatkan investasi.

Ia menilai, negara lain mungkin menarik investor yang berencana hengkang dari Indonesia. "Pemerintah diharapkan melakukan upaya pencegahan dengan membuat kebijakan tegas untuk meyakinkan investor," harapan Rachmat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×