kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Buruh minta upah naik, ini tanggapan Rachmat Gobel


Senin, 05 November 2012 / 21:05 WIB
Buruh minta upah naik, ini tanggapan Rachmat Gobel
ILUSTRASI. Berikut tiga game yang dipertandingkan dalam Eksibisi Esports PON XX Papua 2021


Reporter: Fahriyadi | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Permasalahan buruh di Indonesia, mulai bikin khawatir sejumlah pengusaha. Salah satunya adalah pengusaha elektronik, Rachmat Gobel. Pria yang aktif di berbagai asosiasi pengusaha ini khawatir, tuntutan buruh berdampak pada iklim investasi di Indonesia.

"Ini (masalah buruh) bisa jadi kerugian bagi bangsa Indonesia ke depannya," kata Rachmat di Jakarta, senin (5/11). Ia melanjutkan, tuntutan buruh soal kenaikan upah buruh akan berimplikasi pada tingkat kepercayaan pengusaha menaruh modalnya di Indonesia.

Ia bilang, jika terjadi penurunan kepercayaan investor, maka investasi di dalam negeri terancam turun drastis, karena muncul keraguan berinvestasi. Ia melanjutkan, masalah buruh membuat beberapa investor yang sudah eksis berpikir ulang melakukan ekspansi usahanya di Indonesia.

"Kepercayaan berinvestasi di Indonesia berkurang karena kejadian ini (masalah buruh). Selain itu semuanya luput dari penegakan hukum," katanya. Rachmat bilang rumor bakal hengkangnya berbagai perusahaan dari bumi Indonesia juga rentan dimanfaatkan oleh negara-negara lain yang ingin meningkatkan investasi.

Ia menilai, negara lain mungkin menarik investor yang berencana hengkang dari Indonesia. "Pemerintah diharapkan melakukan upaya pencegahan dengan membuat kebijakan tegas untuk meyakinkan investor," harapan Rachmat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×