kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.019   56,00   0,31%
  • IDX 5.749   53,50   0,94%
  • KOMPAS100 746   10,28   1,40%
  • LQ45 567   9,81   1,76%
  • ISSI 199   0,58   0,29%
  • IDX30 321   5,42   1,72%
  • IDXHIDIV20 396   6,79   1,75%
  • IDX80 85   1,22   1,47%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,58   1,55%

Buyung Poetra targetkan penjualan Rp 1,4 triliun tahun ini


Selasa, 03 April 2018 / 20:00 WIB
ILUSTRASI. PT Buyung Poetra Sembada Tbk Beras cap Topi Koki


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun ini, salah satu perusahaan menggarap bisnis perbesaran, PT Buyung Poetra Sembada (HOKI) menargetkan akan meningkatkan kembali penjualannya pada 2018.

Tahun ini, target penjualan yang ditetapkan sebesar Rp 1,4 triliun dari pencapaian penjualan tahun sebelumnya sebesar Rp 1,2 triliun.

Direktur Utama HOKI Sukarto Bujung tidak menampik, bila perusahaannya masih menghadapi kendala untuk mencapai target tersebut. Apalagi, pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras.

"Tantangan kami adalah mencari bahan baku yang murah dan bagus," ujar Sukarto kepada Kontan.co.id, Selasa (3/4).

Investor Relations HOKI Dion Surijata. Dion optimistis Buyung Poetra bisa meningkatkan penjualan hingga 15%. Pasalnya, konsumen yang beralih ke beras kemasan diperkirakan terus meningkat.

Sama seperti Sukarto, Dion pun menjelaskan bahwa Buyung Poetra akan terus melakukan efisiensi di segala bidang, khususnya dalam pembelian bahan baku. "Karena harga juga sudah tidak bisa naik, ada HET," tambahnya.

Sejak 1 September, pemerintah telah memberlakukan HET kepada beras medium dan beras khusus. Dion mengaku, karena dampak tersebut, Buyung Poetra pun tetap terkena imbasnya. Dia menjelaskan, dampak tersebut sangat terasa pada Kuartal III 2017. Saat itu biaya bertambah dan penjualan berasnya stagnan.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal ketiga HOKI, hingga September 2017, perusahaan ini mencatat penjualan sebesar Rp 900 miliar, dibandingkan tahun sebelumnya yang berkisar Rp 816 miliar.

Sementara, hingga kuartal II, perusahaan ini membukukan penjualan sebesar Rp 700 miliar, dari tahun sebelumnya sebesar Rp 544 miliar.

Namun, menurut Dion, kinerja Buyung Poetra membaik pada kuartal keempat 2017. Hingga akhir tahun lalu penjualan Buyung Poetra meningkat 5,4% secara year on year (yoy) menjadi Rp 1,2 triliun dari sebelumnya Rp 1,14 triliun.

"Penyebab kenaikan penjualan ini dikarenakan permintaan yang meningkat, khususnya di dua bulan terakhir tahun 2017," ujar Dion.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×