CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.600.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Castrol: Biaya Pelumas 3%-4% dari Operasional, Pengelolaan Buruk Ancam Beban Usaha


Jumat, 11 September 2026 / 18:02 WIB
Castrol: Biaya Pelumas 3%-4% dari Operasional, Pengelolaan Buruk Ancam Beban Usaha
ILUSTRASI. Castrol Indonesia mengingatkan para pelaku industri, khususnya di sektor pertambangan, agar melakukan pengelolaan manajemen pelumasan mesin (dok/Castrol)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Castrol Indonesia mengingatkan para pelaku industri, khususnya di sektor pertambangan, untuk tidak memandang sebelah mata pengelolaan manajemen pelumasan mesin. 

Pasalnya, meski porsi biayanya tergolong sangat kecil, kesalahan pengelolaan pelumas berpotensi membengkakkan total biaya operasional perusahaan secara signifikan.

General Manager B2B, Castrol Indonesia Troy Howard mengungkapkan, dalam total biaya kepemilikan atau total cost of ownership (TCO), pengusaha umumnya lebih berfokus pada efisiensi biaya bahan bakar maupun pembelian ban. Padahal, penggunaan pelumas berkualitas dan tata kelola yang tepat memegang peran penting dalam menjaga keandalan alat berat.

Baca Juga: Wuling Perkuat Lini Mobil Listrik, Bawa 7 Unit ke BCA Expo

"Namun, yang sering tidak disadari adalah bahwa biaya pelumas sebenarnya hanya memiliki porsi yang sangat kecil dalam keseluruhan biaya operasional dan perawatan peralatan, termasuk di sektor pertambangan. Biasanya, biaya pelumas hanya sekitar 3–4% dari total biaya," ujarnya dalam Kompas Professional Mining dan Castrol, di JIExpo Kemayoran, Jumat (11/9/2026).

Troy menjelaskan, porsi biaya pelumas yang terbilang kecil tersebut sering kali membuat perusahaan mengabaikan manajemen proteksi komponen penting mesin tersebut. 

Padahal, kata dia, dampak yang ditimbulkan akibat penurunan fungsi pelumasan jauh lebih merusak dan fatal dibandingkan dengan masalah kehabisan bahan bakar operasional harian.

"Jadi, meskipun orang cenderung melihat biaya pelumas sebagai sesuatu yang kecil, dampaknya terhadap mesin justru sangat besar, terutama terhadap komponen seperti mesin dan transmisi. Sebagai contoh, jika sebuah mesin kehabisan solar, kita tinggal mengisi kembali tangki bahan bakarnya dan mesin bisa kembali beroperasi. Tetapi jika mesin mengalami kerusakan akibat pelumasan yang buruk, maka mesin tersebut bisa benar-benar mengalami kegagalan," katanya.

Troy menuturkan, kegagalan fungsi mesin akibat pelumasan yang minim akan memicu rantai kerugian operasional. Kerusakan tersebut berujung pada terjadinya downtime produksi, penurunan ketersediaan alat di lapangan, hingga pembengkakan pengeluaran untuk perbaikan rutin maupun pembelian suku cadang baru.

Baca Juga: Gaikindo: Pangsa Mobil China Masih Berpeluang Naik, Model Baru Jadi Pendorong

"Karena itu, ketika kita membicarakan pelumas, kita tidak hanya melihat harga atau biaya pembelian pelumasnya saja. Kita harus melihat total biaya yang ditimbulkan oleh penggunaan pelumas tersebut selama berada di lingkungan operasional," tuturnya.

Oleh sebab itu, Castrol Indonesia mendorong para pengelola industri pertambangan untuk memperhitungkan biaya pelumas secara holistik dalam skema TCO. 

Troy menambahkan, manajemen pelumasan yang buruk dinilai bakal langsung menggerus efisiensi margin perusahaan karena memicu lonjakan biaya tenaga kerja serta suku cadang yang tak terduga.

"Memang, biaya pelumas relatif kecil. Namun, jika pengelolaannya tidak tepat, dampaknya terhadap biaya suku cadang dan tenaga kerja bisa mencapai sekitar 25–30%, bahkan hingga 40%. Dampaknya juga lebih luas ketika kita menghitung biaya operasional per ton. Jadi, penyimpanan, penanganan, serta cara kita merawat dan mengelola pelumas menjadi hal yang sangat penting dan krusial," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×