Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Ridwan Mulyana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mengoperasikan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di area operasional pertambangan nikel. PLTS ini menggantikan sebagian kebutuhan energi dari sumber listrik berbasis fosil pada kawasan pertambangan DKFT yang berlokasi di Morowali Utara, Sulawesi Tengah.
Direktur Central Omega Resources, Andi Jaya mengungkapkan PLTS tersebut menggunakan sistem hybrid off-grid, dengan kapasitas sebesar 256,68 kWp (DC) dan kapasitas daya 250 kW (AC), serta didukung baterai dengan kapasitas 261 kW. PLTS ini mulai beroperasi pada 30 September 2026, yang diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 404.230 kWh energi bersih per tahun.
Dari sisi lingkungan, pemanfaatan PLTS ini diperkirakan dapat menghindari emisi sekitar 343.595,5 kg CO₂ per tahun, atau setara dengan daya serap karbon dari 3.902 pohon. Andi menyatakan pengoperasian PLTS ini merupakan tahap awal dari komitmen DKFT dalam meningkatkan pemanfaatan energi bersih di area operasional.
DKFT akan terus mengevaluasi peluang pengembangan energi terbarukan melalui penambahan kapasitas maupun penerapan PLTS di lokasi operasional tambang lainnya. "Namun demikian, setiap rencana pengembangan akan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan di masing-masing lokasi, termasuk aspek teknis, operasional, ekonomi, serta kebutuhan energi Perseroan, sehingga implementasinya dapat dilakukan secara tepat dan berkelanjutan," kata Andi kepada Kontan.co.id pada Minggu (4/10/2026).
Menurut Andi, melalui implementasi PLTS ini DKFT mengambil langkah konkret dalam upaya menghadirkan operasional pertambangan yang rendah emisi, sekaligus mendukung terbentuknya rantai pasok mineral yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan meningkatnya permintaan global atas nikel bersertifikasi rendah karbon, khususnya dari rantai pasok kendaraan listrik (EV) dan baterai.
"Kehadiran PLTS membantu kami menjadi lebih mandiri energi, dan oleh karena itu mendukung kegiatan pertambangan yang lebih berkelanjutan. Kami berharap langkah ini dapat mendorong pelaku pertambangan lainnya untuk tidak ragu mulai mengimplementasikan PLTS untuk kebutuhan operasionalnya,” imbuh Andi.
DKFT menjalin kerja sama dengan PT Xurya Daya Indonesia sebagai pengembang sekaligus mitra ahli teknis dalam proyek PLTS tersebut. Managing Director Xurya, Eka Himawan menyampaikan penggunaan PLTS hybrid off-grid di Central Omega Resources menunjukkan bahwa energi surya dapat diintegrasikan untuk mendukung operasional pertambangan yang membutuhkan keandalan dan kontinuitas pasokan energi, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses jaringan listrik.
"Sebagai pionir di Morowali Utara, proyek ini menunjukkan bahwa PLTS dapat dirancang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan operasional pertambangan, tanpa mengesampingkan keandalan pasokan energi. Penggunaan PLTS ini turut menunjukkan semakin luasnya peluang pemanfaatan energi terbarukan dalam mendukung transformasi industri pertambangan di Indonesia,” kata Eka.
Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi mengungkapkan bahwa Morowali Utara memiliki peluang besar untuk memanfaatkan energi surya, didukung oleh potensi radiasi matahari yang tinggi. Potensi tersebut semakin relevan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan program pemerintah untuk mendorong pengembangan energi surya hingga 100 Gigawatt.
Sejalan dengan agenda tersebut, pemerintah daerah juga tengah mendorong pengembangan PLTS di wilayah Morowali Utara. "Langkah ini seyogyanya menjadi contoh bagi sektor pertambangan di daerah untuk turut mengambil bagian dalam transisi energi,” tandas Delis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














