kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Charoen Pokphand antisipasi masuknya ayam Brasil


Kamis, 23 November 2017 / 17:40 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - SEMARANG. PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) mengaku belum mempertimbangkan pasar Malaysia. Meski ada ancaman masuknya ayam Brasil ke pasar dalam negeri.

"Saat ini belum menghitung ekspor ke Malaysia," ujar Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Tbk., Tjia Thomas Effendy, Kamis (23/11).

Sebelumnya Thomas bilang kondisi penjualan ayam Indonesia pun akan sulit bila Brasil masuk. Biaya produksi yang murah membuat ayam lokal akan kalah saing dengan ayam Brasil.

"Kalau Brasil masuk kita jadi pemakan ayam Brasil saja semua," terang Thomas.

Hal itu diakibatkan murahnya biaya produksi ayam pedaging di Brasil. Brasil memiliki sumber daya untuk memproduksi bahan pakan ternak. Hal itu yang menekan biaya produksi Brasil.

Sementara itu Thomas bilang potensi pasar daging ayam Indonesia masih besar. Hal itu melihat rendahnya konsumsi daging ayam bila dibandingkan dengan Thailand, Singapura, dan Malaysia.

Saat pemaparan karya ilmiah di Universitas Diponegoro, Thomas menyampaikan konsumsi daging ayam Indonesia masih sebesar 11,6 kilogram (kg) per kapita pada tahun 2016. Diperkirakan pertumbuhan konsumsi daging ayam sebesar 11,7% tiap tahunnya.

Oleh karena itu diperkirakan pada tahun 2021 konsumsi daging ayam mencapai 19,4 kg per kapita per tahun.

Thomas memprediksi kebutuhan daging ayam akan terus meningkat. Hal tersebut berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan masyarakat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×