Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) atau Cinema XXI optimistis prospek industri bioskop hingga akhir 2026 masih tetap solid. Keyakinan tersebut ditopang deretan film nasional maupun internasional yang dianggap mampu menjaga minat masyarakat untuk menonton di bioskop.
Corporate Secretary Cinema XXI Indah Tri Wahyuni mengatakan, pada momen libur sekolah tahun ini, kinerja bioskop didukung kehadiran berbagai film baru dengan genre yang beragam sehingga mampu menjangkau segmen penonton yang lebih luas.
Sejumlah film keluarga seperti Toy Story 5, Children of Heaven, Minions & Monster, Moana, dan Garuda di Dadaku menjadi daya tarik utama selama musim liburan. Hingga periode libur sekolah berakhir pada 15 Juli 2026, Toy Story 5 telah membukukan lebih dari 1,6 juta penonton di seluruh jaringan Cinema XXI.
Baca Juga: Anak Usaha BUMI Garap Hilirisasi Batubara US$ 2,3 Miliar, Produksi 2 Juta Ton Metanol
Sementara itu, film Jangan Buang Ibu mencatat 2,1 juta penonton, Sekawan Limo 2: Gunung Klawih meraih 1,3 juta penonton, dan Colony mengumpulkan 1,2 juta penonton.
"Di tengah dinamika kondisi ekonomi, Cinema XXI melihat prospek industri bioskop hingga akhir 2026 masih solid didukung oleh pipeline film nasional dan internasional yang beragam," ujar Indah kepada Kontan, Kamis (30/7/2026).
Untuk menjaga pertumbuhan bisnis pada semester II-2026, Cinema XXI akan terus meningkatkan pengalaman pelanggan melalui kualitas layanan, kenyamanan fasilitas, dan inovasi produk.
CNMA juga akan terus mencermati dinamika ekonomi, perubahan tren masyarakat, serta perkembangan industri hiburan guna menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Di sisi ekspansi, Cinema XXI tetap melanjutkan penambahan jaringan bioskop secara selektif, terutama di wilayah yang masih minim akses terhadap bioskop maupun daerah yang belum memiliki fasilitas tersebut. Langkah ini dilakukan sejalan dengan pertumbuhan industri perfilman dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap hiburan berkualitas.
Selain memperluas jaringan, perusahaan juga terus mengembangkan sumber pendapatan non-tiket melalui inovasi layanan. Pada kuartal I-2026, penjualan tiket masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi 60,6% terhadap pendapatan, disusul penjualan makanan dan minuman (F&B) sebesar 32,6%, sedangkan sisanya berasal dari pendapatan lain seperti iklan dan platform digital.
Salah satu inovasi terbaru yang dikembangkan adalah layanan m.dining di studio The Premiere, yang memungkinkan pelanggan memesan makanan dan minuman langsung melalui gawai tanpa meninggalkan kursinya. Perusahaan juga menghadirkan berbagai merchandise eksklusif serta cinema collectible card untuk menambah pengalaman menonton.
Baca Juga: Produksi Industri Hulu Tekstil Turun 5% di Semester I, Andalkan Pemulihan Ekspor
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














