kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45845,50   -13,12   -1.53%
  • EMAS1.347.000 1,05%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Cisadane Sawit Raya (CSRA) Targetkan Pendapatan Rp 1 Triliun, Begini Starteginya


Kamis, 30 Mei 2024 / 14:12 WIB
Cisadane Sawit Raya (CSRA) Targetkan Pendapatan Rp 1 Triliun, Begini Starteginya
ILUSTRASI. Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Samukti Karya Lestari (PT SKL), anak usaha PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) di Tapanuli Selatan, Sabtu (28/10/2023). (KONTAN/Sabrina Rhamadanty)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen sawit PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) bertekad meraih kinerja yang lebih optimal sampai akhir tahun nanti.

Direktur Cisadane Sawit Raya Seman Sendjaja menyampaikan, pihaknya optimistis dapat meraih pendapatan Rp 1 triliun pada 2024. Angka ini lebih tinggi dibandingkan realisasi pendapatan CSRA pada 2023 lalu yakni Rp 876 miliar. Sedangkan per kuartal I-2024, pendapatan CSRA tumbuh 3,7% year on year (YoY) menjadi Rp 191 miliar.

Ekspektasi kenaikan harga minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dan beroperasinya pabrik kelapa sawit (PKS) kedua perusahaan menjadi pemicu pertumbuhan positif pendapatan CSRA sepanjang tahun ini.

Asal tahu saja, CSRA telah mengoperasikan PKS kedua di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara dengan kapasitas 30 ton per jam sejak pertengahan 2023. Pabrik ini melengkapi fasilitas produksi yang dimiliki CSRA setelah keberadaan PKS pertama di Labuhan Batu, Sumatera Utara berkapasitas 45 ton per jam.

Baca Juga: Pradiksi Gunatama (PGUN) Catat Penjualan Rp 139,17 Miliar pada Kuartal I 2024

"Sekarang PKS kedua kami beroperasi penuh sepanjang tahun sehingga akan berdampak positif bagi kinerja perusahaan," imbuh Seman dalam paparan publik, Rabu (29/5).

Berbekal dua pabrik pengolahan sawit yang beroperasi, Manajemen CSRA membidik produksi CPO sekitar 60.000 ton sampai 70.000 ton hingga akhir 2024. Tahun lalu, perusahaan ini memproduksi 48.663 ton CPO. 

Seman tidak menyebut secara gamblang realisasi produksi CPO CSRA hingga kuartal I-2024. Dia mengaku, produktivitas kebun sawit CSRA sempat terganggu pada Desember 2023 lalu seiring curah hujan tinggi hingga menyebabkan banjir di area operasional perusahaan di Sumatera Utara. Dampak banjir tersebut terasa hingga bulan Januari 2024.

"Hasil produksi CPO kami di kuartal pertama mungkin tidak bisa jadi cerminan atas kinerja perusahaan sepanjang tahun ini," tutur Seman.

Tidak ketinggalan, Manajemen CSRA juga mengincar laba bersih di atas Rp 250 miliar pada 2024. Capaian laba bersih CSRA akan bergantung pada dinamika harga CPO di pasar global.

Sebagai perbandingan, pada 2023 lalu CSRA membukukan laba bersih Rp 152 miliar. Adapun pada kuartal I-2024, laba bersih CSRA berkurang 5,6% YoY menjadi Rp 22 miliar.

Baca Juga: Harga Emas Masih dalam Tren Kenaikan, Ini Pengaruhnya Terhadap MDKA

Untuk memastikan target kinerja keuangan dan operasional terpenuhi, CSRA fokus pada peningkatan produktivitas yang dibarengi oleh efisiensi biaya pengeluaran. CSRA juga aktif melakukan mekanisasi saat kegiatan panen sawit demi meningkatkan efektivitas operasional perusahaan.

Tidak ketinggalan, CSRA juga terus mengoptimalkan produksi CPO di kedua pabriknya. CSRA pun sedang membangun PKS ketiga di Sumatera Selatan dengan kapasitas 30 ton per jam yang dapat ditingkatkan mencapai 45 ton per jam. Pabrik ini ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2025.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×