kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45839,62   -5,89   -0.70%
  • EMAS1.349.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Emas Masih dalam Tren Kenaikan, Ini Pengaruhnya Terhadap MDKA


Rabu, 29 Mei 2024 / 15:22 WIB
Harga Emas Masih dalam Tren Kenaikan, Ini Pengaruhnya Terhadap MDKA
ILUSTRASI. Aktivitas kawasan pertambangan Tujuh Bukit milik Merdeka Copper Gold (MDKA) di Banyuwangi, Jawa Timur (7/9/2023).


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga beberapa komoditas mengalami tren kenaikan, salah satunya adalah emas. 

Berdasarkan data Tradingeconomics, harga emas turun 0,40% menjadi US$ 2.350,38 per ons troi pada Rabu (29/5) pukul 15.17 WIB. Namun dalam satu bulan, harga emas naik 2,61%. Sedangkan dibanding periode yang sama tahun lalu, harga emas sudah naik 20%.

Kenaikan harga komoditas emas ini berpengaruh terhadap emiten tambang emas, salah satunya, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). General Manager Communication Merdeka Copper Gold, Tom Malik mengatakan, kenaikan harga emas tentunya berdampak positif terhadap kinerja MDKA. 

"Beberapa analis bullish terhadap harga emas bahkan memprediksi harga bisa mencapai US$ 2.400-US$ 2.500 per ounce," kata Tom kepada KONTAN, Rabu (29/5).

Baca Juga: Itama Ranoraya (IRRA) Catatkan Kenaikan Penjualan 52,4% pada Kuartal I 2024

Ia menjelaskan, untuk MDKA, produksi emas dari Tambang Emas Tujuh Bukit (PT PBSI) di Banyuwangi untuk 2024 di rentang 100.000-120.000 ounces.

Sebagai perusahaan tambang, kata Tom, MDKA adalah price taker karena harga komoditas emas tergantung supply-demand global namun kinerja ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan serta sikap agresif Federal Reserve AS terhadap kebijakan moneternya memberikan angin positif terhadap meningkatnya harga emas global.

Lebih lanjut, Tom menuturkan bahwa perusahaan tambang beroperasi berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahunan yang diajukan dan disetujui oleh Kementerian ESDM. RKAB aspek pengusahaan, aspek teknik, dan aspek lingkungan termasuk jumlah produksi untuk tahun berjalan.

Menurut Tom, kenaikan harga emas tidak membuat MDKA meningkatkan produksi karena sudah dipatok dalam RKAB.

"Pengendalian biaya produksi melalui efisiensi dan optimalisasi operasi memungkinkan MDKA menikmati margin yang lebih tinggi dari naiknya harga emas dunia," ujar Tom.

Baca Juga: Cikarang Listrindo (POWR) Putuskan Tebar Dividen 95% dari Laba Bersih 2023

Untuk memanfaatkan momentum harga emas yang tinggi ini, kata Tom, MDKA secara konsisten melakukan ekpslorasi lanjutan di operasi kami termasuk Tambang Emas Tujuh Bukit untuk meningkatkan cadangan emas dan memperpanjang umur tambang.

Selain itu, MDKA sedang mengembangkan proyek Tambang Emas Pani di Gorontalo yang akan merupakan tambang emas primer terbesar di Indonesia.  Tambang Emas Pani saat ini dalam tahap konstruksi dan ditargetkan beroperasi akhir tahun depan dengan produksi tertinggi 450.000 ons per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×