kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Begini Strategi Cisadane Sawit Raya (CSRA) Dongkrak Kinerja Bisnis pada Tahun 2024


Selasa, 09 Januari 2024 / 15:35 WIB
Begini Strategi Cisadane Sawit Raya (CSRA) Dongkrak Kinerja Bisnis pada Tahun 2024
ILUSTRASI. PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) di tahun 2024 akan memfokuskan perluasan bisnis mereka di regional Sumatera Selatan


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - BANYUASIN. Emiten perkebunan sawit, PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) di tahun 2024 akan memfokuskan perluasan bisnis mereka di regional Sumatera Selatan (Sumsel).

Sekretaris Perusahaan Cisadane Sawit Raya, Iqbal Prastowo mengatakan CSRA memiliki fokus bisnis pada dua regional yaitu di Sumatera Utara (Sumut) dan Sumsel).

“PT CSRA itu ada dua region, ada region Sumatera Selatan dan Sumatera Utara. Di Sumut ini dengan perkebunan yang paling luas dan pusatnya ada di Rantau Prapat, Kabupaten Labuhanbatu,” ungkap Iqbal kepada Kontan, Minggu (08/01).

Baca Juga: Gelontorkan Dana Rp 160 Miliar, Cisadane Sawit Raya (CSRA) Groundbreaking PKS Ketiga

Selain di Rantau Prapat, CSR juga memiliki perkebunan dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Tapanuli Selatan di bawah naungan anak usaha mereka PT Samukti Karya Lestari (SKL). 

Kemudian, di region Sumsel, CSRA memiliki perkebunan di wilayah Banyuasin, Musi Rawas dan Musi Rawas Utara. Dimana, terbaru mereka baru saja melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama untuk pembangunan PKS ketiga mereka di kawasan Banyuasin di bawah naungan anak usaha mereka PT Sukses Sawit Gasing (SSG). 

Terkait produksi, Iqbal menambahkan pabrik PKS di Labuhan Batu yang tadinya memproduksi hingga 60 ton per jam telah dilakukan penyesuaian menjadi 45 ton per jam.

“Untuk yang di SKL kan 45 ton per jam, kemudian untuk (produksi) SSG juga ternyata lebih efisien lagi dibuatnya lebih kecil dari yang SKL sehingga kita hitung cukup 30 ton perj am,” jelasnya. 

Iqbal menambahkan, PKS ke-3 yang dibangun di kawasan Banyuasin ini murni dari anggaran perseroan 2024. Dengan target pembangunan kurang lebih 1,5 tahun sehingga diprediksi pertengahan tahun 2025 sudah bisa full beroperasi.  

“Kita targetkan lebih cepat ya (pembangunan) kurang lebih 1,5 tahun, PKS ke-2 soalnya hampir 2 tahun (pembangunan),” katanya. 

 

Terkait langkah apalagi yang akan dilakukan CSRA sambil membangun PKS ke-3 mereka, Totok Praktikto selaku Vice President Engineering CSRA dalam sambutan di acara ground breaking PKS-3 ini menyebut bahwa perseroan sudah ada rencana untuk membangun PKS ke-4. 

“Kita berhadap perusahaan akan membangun proyek ke-4 di (bawah) PT Daya Agro Lestari (DAL), harap-harap tanggal 8 adalah tanggal hoki untuk kami, rencananya tanggal 8 Januari 2026,” katanya. 

Senada dengan Totok, Iqbal mengatakan perkembangan ke depannya nanti fokus perseroan akan lebih banyak lari ke regional Selatan. 

“Yang di SKL ini kalau menurut prediksi ini nantinya sama besar dari yang di Labuhan Batu. Dan justru nanti di Sumsel akan lebih besar lagi, karena fokus manajemen sekarang ke Sumsel atau mendekati Sumsel lah,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×