kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 -1,49%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Cisadane Sawit Raya (CSRA) Targetkan Produksi CPO Hingga 60 Ribu Ton pada Tahun 2024


Selasa, 26 Desember 2023 / 17:53 WIB
Cisadane Sawit Raya (CSRA) Targetkan Produksi CPO Hingga 60 Ribu Ton pada Tahun 2024
ILUSTRASI. PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) menargetkan produksi Crude Palm Oil (CPO) mencapai 60 ribu ton pada tahun 2024


Reporter: Rashif Usman | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten perkebunan sawit, PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) menargetkan produksi Crude Palm Oil (CPO) mencapai 60 ribu ton pada tahun 2024 atau naik 50% dibanding tahun 2023. Tercatat, hingga November 2023 produksi CPO dari CSRA mencapai 45 ribu ton.

Sekretaris Perusahaan Cisadane Sawit Raya, Iqbal Prastowo mengatakan target produksi yang naik tersebut sehubungan dengan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) kedua yang sudah mulai beroperasi penuh sejak Oktober 2023.

"Untuk target produksi CPO 2024 juga realistis, karena selama 2023 kontribusi dari PKS kedua hanya beberapa bulan saja berhubung ada commisioning di Mei 2023 dan baru penuh beroperasi di Oktober 2023. Bila di 2024 kontribusi PKS kedua sudah 12 bulan penuh, maka target produksi CPO 60 ribu ton realistis," ungkap Iqbal kepada Kontan, Selasa (26/12).

Baca Juga: Cisadane Sawit Raya (CSRA) Bangun Pabrik Kelapa Sawit Ketiiga di Sumsel

Iqbal menyampaikan, kinerja perseroan optimis bakal meningkat di tahun 2024. Pasalnya, di samping PKS kedua sudah mulai beroperasi, program pengembangan strategis perseroan juga berjalan sesuai rencana.

"Di antaranya penanaman landbank di region Sumatera Selatan, mekanisasi panen, pembangunan PKS ketiga di region Sumatera Selatan, pembukaan lahan konsesi baru di Kabupaten Musi Banyuasin dan berakhirnya El Nino," jelasnya.

Lebih lanjut, pada tahun ini CSRA menyiapkan  anggaran belanja modal atau capital expenditure (Capex) sebesar Rp 180 miliar. 

 

"Serapan capex 2023 sudah 100% digunakan untuk penyelesaian pembangunan PKS kedua di Tapanuli Selatan, overhoul PKS pertama di Kabupaten Labuhanbatu, mekanisasi panen, penanaman landbank di Sumatera Selatan, serta pembangunan sarana dan prasarana serta infrastruktur kebun.

Sementara untuk Capex 2024, lanjut Iqbal, masih dalam tahap penyusunan di internal perseroan. "Capex 2024 masih dihitung, utamanya untuk pembangunan PKS ketiga di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×