kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.971   60,00   0,33%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Citilink Indonesia bidik kenaikan jumlah penumpang 22% tahun 2020


Jumat, 10 Januari 2020 / 12:35 WIB
ILUSTRASI. Pesawat Airbus A320 maskapai Citilink di Bandar Udara Banyuwangi, Jawa Timur.


Reporter: Amalia Fitri | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (GGIA), yakni Citilink Indonesia mengalami penurunan jumlah penumpang sebesar 10% pada November 2019. Meski demikian, tahun 2020 Citilink targetkan jumlah penumpangnya tumbuh 22%.

VP Corporate Secretary Citilink Indonesia, Resty Kusandarina mengatakan, penurunan tersebut disebabkan oleh perbaikan infrastruktur jalan darat di wilayah Jawa serta pertumbuhan ekonomi yang stagnan pada 2019.

Baca Juga: Garuda Indonesia (GIAA) yakin masih untung meski target pendapatan tahun ini meleset

"Berdasarkan analisa kami, ini disebabkan oleh perbaikan jalan dan perekonomian yan stagnan. Reff IMF dan Kementerian Keuangan menyatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 2019 diestimasikan turun dari 5,4% menjadi 5,3%. Sehingga penumpang cenderung menahan diri untuk bepergian menggunakan pesawat," jelas Resty kepada Kontan, Kamis (10/1) lalu.

Lebih lanjut, pihaknya lebih optimistis melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,6% sebagaimana disampaikan dalam RAPBN 2020, yang akan berimbas pada penambahan jumlah penumpang.

Baca Juga: Bos Garuda: Tarif per kilometer pesawat lebih murah ketimbang tarif ojol




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×