kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Condong ke padat modal, tenaga kerja turun 28,12%


Kamis, 24 April 2014 / 18:53 WIB
Condong ke padat modal, tenaga kerja turun 28,12%
ILUSTRASI. Soccer Football - FIFA World Cup Qatar 2022 - Group F - Belgium v Canada - Ahmad Bin Ali Stadium, Al Rayyan, Qatar - November 23, 2022 Canada players pose for a team group photo before the match REUTERS/Matthew Childs


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Arah investasi industri yang kini terjadi adalah pada industri padat modal dan bukan pada industri padat karya. Karenanya penyerapan tenaga kerja pun menurun signifikan.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), penyerapan tenaga kerja pada triwulan I 2014 sebesar 260.156 orang. Jumlah ini menurun 28,12% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 361.924 orang.

Bahkan bila dibanding periode terakhir 2013, realisasi penyerapan tenaga kerja pada tiga bulan pertama 2014 ini melorot sampai 39,51%. Triwulan IV 2013 realisasi tenaga kerja sebesar 430.107 orang.

Kepala BKPM Mahendra Siregar mengatakan trend investasi industri untuk padat karya memang berkurang. Investor akan mengutamakan industri yang sesuai dengan potensi yang ada di Indonesia.

Maka dari itu, yang harus diperhatikan ke depannya adalah memperbaiki daya saing. Sehingga dalam kaitannya dengan penciptaan tenaga kerja bisa lebih menciptakan produktivitas tenaga kerja.

Daya saing tercipta apabila ada peningkatan kualitas sumber daya manusia.  "Kalau kualitas manusianya makin meningkat dan produktif dengan rasio yang sama maka bisa diperoleh kesempatan kerja yang lebih besar," ujar Mahendra dalam konferensi pers di Gedung BKPM Jakarta, Kamis (24/4).

Sekedar gambaran, BKPM mencatat realisasi investasi triwulan I 2014 sebesar Rp 106,6 triliun. Adapun realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 72 triliun sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 34,6 triliun. Nilai investasi triwulan I 2014 sebesar Rp 106,6 triliun tersebut tumbuh 14,6% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 93 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×