kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,51   7,16   0.77%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Crown siap meluncurkan proyek hunian di Melbourne


Kamis, 03 Desember 2020 / 15:56 WIB
Crown siap meluncurkan proyek hunian di Melbourne
ILUSTRASI. Apartemen yang dikembangkan Crown Group di Australia.


Reporter: Dadan M. Ramdan | Editor: Dadan M. Ramdan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Crown Group menyampaikan perkembangan terkininya perihal proyek infrastruktur yang akan dijalankan oleh Pemerintah Negara Bagian Victoria. Proyek tersebut adalah air port rail link baru di kota Melbourne senilai Rp 80 triliun–Rp 130 triliun

Proyek ini merupakan proyek patungan antara Pemerintah Federal Australia dengan Pemerintah Negara Bagian Victoria, yang mana masing-masing pihak sudah sepakat untuk menggelontorkan Rp 50 triliun guna mewujudkan proyek yang sudah tertunda sekian tahun ini. Proyek infrastruktur ini merupakan bagian dari rencana pemerintah Negara Bagian Victoria dalam usahanya mendorong kembali perekonomian yang sempat melamba takibat pandemi Covid-19.

Adapun Crown Group akan meluncurkan proyek hunian perdananya di kota Melbourne, Artis pada  12 Desember 2020 mendatang khusus untuk pasar Indonesia. Langkah ini mendahului kota-kota lainnya di Australia yang baru akan dilakukan pada Maret 2021. Artis berlokasi di jantung Kawasan Southbank di 175 Sturt Street. Dengan area seluas 2,076 meter persegi, bangunan ini akan menampung 153 unit apartemen dan griya tawang dengan satu, dua dan tiga kamar tidur yang mewah.

Head of Major Project Sales Crown Group Indonesia, Herman Suwito mengatakan, proyek infrastruktur transportasi ini akan kembali memperkuat posisi Melbourne sebagai kota paling layak huni di dunia seperti torehan beberapa tahun terakhir.  “Proyek terbaru ini akan semakin memudahkan masyarakat Melbourne untuk selalu bergerak dan terhubung di masa yang akan datang dengan lebih cepat dan nyaman," katanya dalam keterangan resminya, Kamis (3/12/2020).

Menurut dia, aksesibilitas merupakan faktor penting dalam kriteria sebuah kota metropolitan. Adapun airport rail link yang akan dibangun ini menghubungkan lebih dari 30 stasiun kereta termasuk Footscray, State Library, Town Hall, Anzac, Geelong hingga Traralgon. Alhasil, para komuter nantinya hanya menggunakan satu direct trip menuju bandara tanpa harus berganti kereta. Yang mana, salah satu kawasan pemukiman yang paling terdampak positif secara signifikan dari proyek ini adalah Southbank.

“Karena selain telah memiliki rel trem yang menghubungkan Southbank dengan kawasan CBD dengan lebih cepat, Staiun Kereta Anzac nantinya hanya berjarak sekitar 10 menit dengan berjalan kaki dari lokasi proyek terbaru Crown Group di Southbank. Sehingga masyarakat Southbank akan sangat dimanjakan dalam hal mobilitasny," ujar Herman.

Bayangkan saja, untuk mencapai Bandara Tullamarine hanya dibutuhkan waktu kurangdari 30 menit bila mengunakan airport rail link yang baru. "Inilah mengapa saya sering mengatakan bahwa investasi properti itu selalu berbanding lurus dengan kebijakan pemerintah terkait infrastruktur. Tinggi rendahnya nilai investasi properti sangat dipengaruhi oleh fasilitas maupun infrastruktur yang terdapat di lingkungan sekitarnya," paparnya.

Sementara itu, Pemerintah Negara Bagian Victoria juga berencana untuk memberikan stimulus ekonomi lainnya melalui pemotongan biaya pajak pembelian property sebesar 50% bagi para pembeli hunian baru dengan harga maksimal Rp 10 miliar. Pemotongan biayai ini rencananya hanya berlaku hingga akhir Juni 2021. "Adanya rencana pemotongan pajak pembelian properti akan menjadi salah satu magnet yang sangat kuat bagi para calon pembeli properti dari luar negeri khususnya Indonesia," ungkap Herman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×