Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) berupaya menjaga stabilitas kinerja di tengah tantangan makroekonomi yang masih membayangi hingga penghujung tahun.
Head of Corporate Communication and External Relations Garudafood Dian Astriana mengatakan, secara keseluruhan perusahaan masih melihat prospek bisnis yang positif di tahun ini.
Pihaknya mengakui tekanan inflasi masih berpotensi memengaruhi struktur biaya, terutama pada komponen bahan baku dan biaya operasional. Namun kondisi tersebut telah diantisipasi sejak awal tahun melalui berbagai langkah mitigasi risiko.
“Meski demikian, manajemen memandang tantangan tersebut sebagai bagian dari siklus bisnis yang sejatinya telah diantisipasi sejak awal tahun melalui sejumlah langkah mitigasi risiko yang telah berjalan secara konsisten," ungkap Dian, kepada Kontan.co.id, Jumat (10/7).
Baca Juga: Kawasan Hampton Jadi Pusat Destinasi Kuliner Baru di Gading Serpong
Untuk menghadapi paruh kedua ini, manajemen akan terus memantau struktur biaya, menjaga efisiensi operasional, serta mengelola penyesuaian harga secara hati-hati agar tidak membebani konsumen di tengah daya beli yang masih berfluktuasi.
Dari sisi permintaan, GOOD mencatat kondisi pasar mulai menunjukkan perbaikan setelah sempat melemah pada awal tahun.
Menurutnya, tren positif tersebut terjadi cukup merata di berbagai lini produk, mulai dari kategori biskuit, snack, hingga produk susu.
“Sementara itu, varian rasa matcha tercatat sebagai pendorong pertumbuhan paling menonjol di antara varian lainnya,” katanya.
Meski demikian, perusahaan tetap berhati-hati dalam merespons dinamika daya beli masyarakat di sisa tahun ini sembari menghindari langkah-langkah yang berisiko menekan minat beli konsumen.
Untuk menjaga penjualan sekaligus mempertahankan margin, GOOD memilih menyerap sebagian tekanan biaya melalui efisiensi internal dibanding langsung menaikkan harga jual. Menurut Dian, langkah ini diambil sebagai komitmen untuk menjaga harga tetap terjangkau bagi konsumen.
Dengan demikian, Penyesuaian harga hanya akan dipertimbangkan sebagai langkah terakhir, apabila benar-benar diperlukan demi memastikan keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.
Adapun, beberapa langkah yang telah dan terus jalankan antara lain misalnya optimalisasi rantai pasok (supply chain), negosiasi ulang harga bahan baku dengan pemasok, dan meningkatkan efisiensi proses produksi dan distribusi untuk menekan biaya operasional.
“Kemudian, juga penyesuaian product mix guna menjaga daya beli konsumen tanpa mengorbankan kualitas, dan inovasi kemasan untuk menjaga struktur biaya tetap kompetitif,” tambahnya.
Baca Juga: Pengalihan Surplus Solar ke Avtur Perlu Teknologi Canggih dan Dana Jumbo
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














