kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Rupiah Melemah, Begini Strategi Hutama Karya Jaga Margin Proyek


Minggu, 12 Juli 2026 / 15:23 WIB
Rupiah Melemah, Begini Strategi Hutama Karya Jaga Margin Proyek
ILUSTRASI. Kantor Pusat BUMN Hutama Karya atau HK (KONTAN/Achmad Fauzie)


Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hutama Karya (Persero) menjalankan sejumlah strategi dalam menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah yang berdampak terhadap usaha konstruksi.

Seperti diketahui, rupiah kembali tembus di atas Rp 18.000 per dolar AS pada pekan lalu. Berdasarkan Bloomberg, pada Jumat (10/7/2026), dalam sepekan rupiah di pasar spot telah melemah 0,56% ke Rp 18.065 per dolar Amerika Serikat (AS) dari level Rp 17.963 per dolar AS pada Jumat (3/7/2026) lalu.

Plt. EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Hamdani mengatakan, pelemahan rupiah membuat harga sejumlah material meningkat, khususnya material yang komponen impornya tinggi dan harganya mengacu pada dolar AS.

"Yang terdampak adalah baja dan besi, aspal, alat berat beserta suku cadangnya, serta sejumlah komponen mekanikal-elektrikal," jelasnya kepada Kontan, Jumat (10/7/2026).

Baca Juga: Badan Usaha Tambang Dapat Tugas Amankan DMO Batubara 212 Juta Metrik Ton, untuk Apa?

Hamdani bilang, sebagian besar kebutuhan proyek Hutama Karya dipenuhi dari pasokan dalam negeri, sehingga dampak gabungan (blended) terhadap total biaya material tetap dapat dijaga di level yang lebih moderat.

Meskipun sebagian baja dapat dipenuhi produsen dalam negeri, harganya tetap mengacu pada harga global dalam dolar AS, sehingga pelemahan rupiah tetap memengaruhi perusahaan.

"Di sisi lain, material yang mayoritas dipasok domestik seperti semen relatif lebih stabil," kata Hamdani.

Hamdani menambahkan, pihaknya tak menampik adanya tekanan terhadap struktur biaya proyek. Kendati, menurutnya perusahaan dapat menyerap sebagian besar dampaknya melalui klausul penyesuaian harga pada kontrak, optimalisasi desain dan penggunaan material, serta pencadangan yang telah disiapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

Imbas pelemahan rupiah, Hutama Karya juga telah mengajukan eskalasi nilai proyek. "Untuk proyek yang kontraknya memuat klausul eskalasi, kami menempuh mekanisme penyesuaian harga secara business-to-business dengan pemilik proyek, termasuk melalui addendum kontrak bila diperlukan," jelas Hamdani.

Untuk menjaga profitabilitas proyek di tengah pelemahan kurs rupiah, Hamdani menyebut Hutama Karya menjalankan mitigasi berlapis. Pertama, memprioritaskan material lokal untuk menekan eksposur impor.

Kedua, perusahaan juga menerapkan kontrak payung guna mengunci harga sejumlah material utama, sehingga terlindung dari lonjakan jangka pendek. 

Baca Juga: Wijaya Karya (WIKA) Terus Kebut Revitalisasi Dermaga Gospier di Jawa Timur

Adapun dari sisi keuangan, perusahaan mengelola eksposur valuta asing (valas) melalui natural hedging, serta lindung nilai atas sebagian kewajiban dolar sesuai ketentuan. 

"Kami juga melakukan optimalisasi desain dan nilai (value engineering) serta efisiensi biaya operasi di seluruh lini proyek," ujar Hamdani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×