kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.919   49,00   0,27%
  • IDX 5.676   -144,30   -2,48%
  • KOMPAS100 733   -18,90   -2,51%
  • LQ45 559   -13,70   -2,39%
  • ISSI 197   -4,31   -2,14%
  • IDX30 318   -7,50   -2,31%
  • IDXHIDIV20 392   -8,80   -2,19%
  • IDX80 83   -2,19   -2,56%
  • IDXV30 107   -1,90   -1,75%
  • IDXQ30 103   -2,28   -2,17%

Cuaca Buruk, Pengalengan Ikan Kurang Bahan Baku


Kamis, 23 Januari 2014 / 14:16 WIB
ILUSTRASI. Promo JSM Alfamart Periode 2-4 September 2022


Reporter: Handoyo | Editor: Herlina Kartika Dewi

JAKARTA. Industri pengalengan ikan mengeluhkan sulitnya bahan baku ikan yang dihasilkan dari hasil tangkapan nelayan dalam negeri. Walhasil, kapasitas terpakai atau utilisasi dari industri pengalengan saat ini hanya mencapai 20% dari total kapasitas terpasang.

Hendri Sutadinata Ketua Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia (Apiki) mengatakan, terbatasnya suplai ikan sebagai bahan untuk industri pengalengan sudah terjadi sejak satu bulan terakhir. "Tidak ada pilihan lain, suplai ikan harus dipenuhi dari impor," kata Hendri, Kamis (23/1).

Kapasitas terpasang dari industri pengalengan ikan dalam negeri mencapai lebih dari 700.000 ton per tahun, perinciannya sebanyak 350.000 ton per tahun merupakan industri pengalengan ikan berbahan baku ikan lemuru, dan 400.000 ton per tahun adalah industri pengalengan berbahan baku ikan tuna.

Selama ini, kapasitas terpakai dari industri pengalengan belum sampai full capacity dengan rata-rata sekitar 60% dari kapasitas terpasang. "Selama ini industri pengalengan tidak pernah full capacity," ujar Hendri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×