kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.775   -30,00   -0,18%
  • IDX 8.123   199,87   2,52%
  • KOMPAS100 1.137   29,35   2,65%
  • LQ45 824   17,48   2,17%
  • ISSI 289   10,45   3,75%
  • IDX30 430   9,01   2,14%
  • IDXHIDIV20 515   9,13   1,81%
  • IDX80 127   3,21   2,60%
  • IDXV30 141   5,28   3,90%
  • IDXQ30 139   1,96   1,43%

Cuaca Buruk, Pengalengan Ikan Kurang Bahan Baku


Kamis, 23 Januari 2014 / 14:16 WIB
Cuaca Buruk, Pengalengan Ikan Kurang Bahan Baku
ILUSTRASI. Promo JSM Alfamart Periode 2-4 September 2022


Reporter: Handoyo | Editor: Herlina Kartika Dewi

JAKARTA. Industri pengalengan ikan mengeluhkan sulitnya bahan baku ikan yang dihasilkan dari hasil tangkapan nelayan dalam negeri. Walhasil, kapasitas terpakai atau utilisasi dari industri pengalengan saat ini hanya mencapai 20% dari total kapasitas terpasang.

Hendri Sutadinata Ketua Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia (Apiki) mengatakan, terbatasnya suplai ikan sebagai bahan untuk industri pengalengan sudah terjadi sejak satu bulan terakhir. "Tidak ada pilihan lain, suplai ikan harus dipenuhi dari impor," kata Hendri, Kamis (23/1).

Kapasitas terpasang dari industri pengalengan ikan dalam negeri mencapai lebih dari 700.000 ton per tahun, perinciannya sebanyak 350.000 ton per tahun merupakan industri pengalengan ikan berbahan baku ikan lemuru, dan 400.000 ton per tahun adalah industri pengalengan berbahan baku ikan tuna.

Selama ini, kapasitas terpakai dari industri pengalengan belum sampai full capacity dengan rata-rata sekitar 60% dari kapasitas terpasang. "Selama ini industri pengalengan tidak pernah full capacity," ujar Hendri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×