kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Cuaca masih tak menentu, target produksi lada tahun ini sulit tercapai


Rabu, 16 Maret 2011 / 17:07 WIB
ILUSTRASI. Nasabah bertransaksi di teller Bank BCA Tangerang Selatan, Senin (1/7).


Reporter: Herlina KD | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Iklim basah yang masih mendominasi bakal membuat target produksi lada nasional tahun ini sulit bisa tercapai. Awalnya, Kementerian Pertanian mematok target produksi lada sebesar 85.020 ton dengan tingkat produktivitas sebesar 713 kg per hektare (ha) pada 2010.

Direktur Tanaman Rempah dan Penyegar Kementerian Pertanian Azwar AB mengungkapkan, tahun ini cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terjadi di Indonesi. "Sehingga produksi lada di Indonesia maupun di dunia diperkirakan akan menurun," ungkapnya kepada KONTAN Rabu (16/3).

Mesi begitu, ia masih optimis produksi lada tahun ini setidaknya masih bisa sama dengan tahun lalu. "Kita harapkan dengan kondisi seperti ini, produksi lada masih bisa sama seperti tahun lalu di kisaran 50.000 ton," jelas Azwar.

Untuk mencapainya, Azwar bilang Kementan mendorong petani untuk menggenjot produksi melalui intensifikasi. Di daerah penghasil lada seperti Lampung dan Pangkal Pinang Kementan menggerakkan para petugas untuk melakukan pembinaan kepada petani, terutama dalam mengatasi serangan hama penyakit.

Tak hanya di Indonesia, perkiraan penurunan produksi ini juga terjadi di beberapa negara penghasil lada yang menjadi anggota International Pepper Community (IPC) seperti Brazil, India, Malaysia, Sri Lanka dan Vietnam.

Bahkan, IPC memperkirakan produksi lada dari keenam negara anggotanya tahun ini hanya akan mencapai 262.802 ton. Jumlah ini lebih rendah ketimbang produksi tahun 2010 lalu yang sebesar 271.230 ton.

Sedangkan untuk produksi lada Indonesia, IPC memperkirakan tahun ini hanya sekitar 37.000 ton. Jumlah ini bahkan jauh lebih rendah ketimbang realisasi produksi lada tahun lalu yang sebesar 52.000 ton.

Akibat menurunnya pasokan membuat harga lada terus terkerek naik. Berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) harga lada putih di Pangkal Pinang saat ini sudah mencapai Rp 62.932 per kg, naik 50,52% ketimbang Maret tahun 2010 lalu yang sebesar Rp 41.808 per kg.

Untuk lada hitam, saat ini harganya mencapai Rp 36.054 per kg, melonjak 48,2% ketimbang periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 24.327 per kg.

Mahpudin bilang tren kenaikan harga lada masih akan terus berlanjut. "Harga lada lokal juga mengikuti harga internasional. Kalau harga lada internasional naik, harga lada lokal juga ikut naik" ujar Mahpudin beberapa waktu lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×