kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.832   30,00   0,18%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Cukai naik dan ada pandemi Covid-19, begini dampaknya ke industri hasil tembakau


Rabu, 20 Mei 2020 / 21:29 WIB
Cukai naik dan ada pandemi Covid-19, begini dampaknya ke industri hasil tembakau
ILUSTRASI. Industri hasil tembakau


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Anna Suci Perwitasari

Kenaikan cukai dan HJE rokok telah mengurangi produksi dan penjualan produk rokok sebesar 15% dari tahun sebelumnya. Hal tersebut juga mengakibatkan perubahan pola konsumen beralih ke rokok yang terjangkau harganya, dan yang dikhawatirkan mereka beralih ke rokok ilegal. 

"Akibatnya jika tujuan PMK No. 152/2019 adalah untuk kesehatan, ternyata tidak tepat!," tegas dia.

Maraknya rokok ilegal tersebut justru bertentangan dengan tujuan pemerintah yang ingin meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Sebaliknya, rokok legal berkurang sebesar 15% atau lebih parah karena dampak Covid-19. 

Baca Juga: Bea Cukai gagalkan peredaran rokok dan minuman keras ilegal

"Itu berarti pendapatan pemerintah dari cukai rokok pun berkurang sebesar 15%," ujarnya. 

Sulami menegaskan dengan dikeluarkannya regulasi kenaikan tarif cukai di PMK No. 152, itu sekarang ini sudah berdampak pada penurunan produksi hingga 15%. 

Sebaliknya dengan tarif cukai yang tinggi itu tidak menjamin berkurangnya perokok bahkan bisa jadi itu malah merugikan negara karena mereka yang tidak sanggup membeli rokok mahal akan beralih kepada rokok murah atau ilegal. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×