kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.202   17,00   0,09%
  • IDX 5.282   16,18   0,31%
  • KOMPAS100 686   3,41   0,50%
  • LQ45 539   6,45   1,21%
  • ISSI 177   -2,03   -1,14%
  • IDX30 303   3,34   1,12%
  • IDXHIDIV20 406   6,22   1,56%
  • IDX80 79   0,40   0,52%
  • IDXV30 112   0,64   0,58%
  • IDXQ30 102   1,33   1,33%

Cukai plastik akan naik, ini kata pebisnis kemasan


Jumat, 20 Oktober 2017 / 19:49 WIB


Reporter: Eldo Christoffel Rafael | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan menaikkan perolehan negara dari cukai tahun depan. Setelah menaikkan cukai rokok, pemerintah juga ingin mengerek tarif cukai kemasan.

Meski demikian, industri kemasan belum bisa memprediksi dampaknya.

Direktur Pengembangan Bisnis Federasi Kemasan Indonesia, Ariana Susanti mengatakan, wacana ini belum berdampak ke kenaikan harga material maupun pengaruh ke harga jual.

"Pengaruhnya baru tahun depan terasanya. Tapi mungkin yang terkena adalah daya beli konsumsi masyarakat," kata Ariana saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (20/10).

Sekadar mengingatkan, Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi kemarin bilang, selain kenaikan cukai rokok, pada 2018 pemerintah juga akan menerapkan cukai plastik. "Yang sudah jelas plastik kresek," katanya pada KONTAN. Dia yakin, target cukai dalam RAPBNP 2018 sebesar Rp 148,2 triliun akan tercapai.

Ariana menilai, pembahasan tarif cukai plastik masih tarik ulur antara pemerintah dan pelaku usaha. Dia juga mengaku belum mengetahui pastik jenis plastik yang dikenai cukai. "Sampai sekarang belum ada kejelasan," ujarnya.

Asal tahu, menurut Federasi Kemasan Indonesia, nilai pasar industri kemasan di Indonesia mencapai US$ 6,7 miliar pada 2016. Sedangkan target pada 2017 sebesar US$ 7,1 miliar.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×