kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Dafam Hotel Management (DHM) Lirik Ekspansi ke Mandalika


Minggu, 17 Juli 2022 / 21:05 WIB
Dafam Hotel Management (DHM) Lirik Ekspansi ke Mandalika
ILUSTRASI. PT Dafam Hotel Management (DHM) melirik ekspansi pembangunan hotel ke Mandalika


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dafam Hotel Management (DHM) melirik ekspansi pembangunan hotel ke Mandalika. Salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tersebut dinilai punya prospek bisnis yang baik untuk pengembangan hotel.

Seperti diketahui, Mandalika mulai dikenal lewat ajang MotoGP yang terselenggara Maret lalu. Bukan hanya sebagai arena balap, keindahan wisata di sekitarnya pun banyak mencuri perhatian dunia.

Setelah kontrak penggunaan sirkuit Mandalika diteken selama 10 tahun, kawasan tersebut disebut sebagai ladang bisnis baru. Ajang reguler lainnya seperti World Superbike (WSBK) turut mengangkat nama Mandalika di kancah internasional.

Baca Juga: Dafam Hotel Management Targetkan Penambahan 5 Hotel hingga Akhir Tahun 

CEO Dafam Hotel Management Andhy Irawan mengatakan, Mandalika merupakan destinasi wisata yang bagus dan layak diperkenalkan ke khalayak ramai. Hal itu tentunya dibarengi pula konsistensi ke depannya untuk banyak melakukan promosi, sehingga bisa berkelanjutan.

"Sebenarnya event-event kemarin adalah pemicu untuk Mandalika supaya lebih dikenal. Dafam melihat potensi yang sangat bagus disana," kata Andhy saat dihubungi Kontan, Minggu (17/7).

Andhy berujar perusahaan kini tengah menjalin komunikasi dengan investor untuk berekspansi ke Mandalika. DHM memiliki resort yang berada di Gili Air Nusa Tenggara Barat (NTB), sedangkan tepat di Mandalika masih meeting dengan beberapa owner ataupun investor disana.

"Pastinya masih dalam pembahasan. Kemungkinan prioritas pengembangan hotel adalah berkonsep Resort, tetapi semua tergantung dari kesepakatan dengan investor," ucap Andhy.

Di samping itu, Andhy optimis prospek bisnis di tahun ini dapat mencetak kinerja positif. Hal itu tercermin dari okupansi yang terus berangsur membaik.

 

Pada semester I-2022, okupansi unit Dafam hotel di seluruh Indonesia secara konsolidasi rata-rata sekitar 70%. Capaian itu mulai membaik pasca pandemi tapi diproyeksikan masih bisa lebih optimum ke depannya.

Perusahaan yang telah dimiliki oleh Artotel Group ini telah mengelola sebanyak 24 hotel dengan brand Dafam Express, Dafam Hotel, dan Grand Dafam Signature. Terakhir, DHM membuka Dafam Signature International Airport Yogyakarta (GDSIAY) berstandar bintang 4+ yang berlokasi tepat berada di depan pintu masuk bandara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×