kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Dafam Hotel: Potensi kerugian Rp 750 juta akibat kebakaran hutan dan lahan


Rabu, 18 September 2019 / 18:43 WIB

Dafam Hotel: Potensi kerugian Rp 750 juta akibat kebakaran hutan dan lahan
ILUSTRASI. RUPST PT Dafam Property Indonesia Tbk (DAFM)


KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Dafam Property Indonesia Tbk melalui PT Dafam Hotel Management (DHM) akui alami kendala dari dampak kebakaran hutan terhadap bisnis hotelnya. Diakuinya potensi kerugian yang dialami mencapai Rp 750 juta sepanjang September ini.

Andhy Irawan, Direktur Utama DHM menyebutkan saat ini pihaknya mengelola dua hotel di daerah Sumatera dan Kalimantan. Tepatnya, Hotel Dafam Pekanbaru Riau dan Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru.

Baca Juga: Dafam Hotel Management lirik potensi Ibukota baru

Dari sana, ia merincikan dari Riau hingga kini terganggu berasal dari luar provinsi. "Karena ada beberapa korporasi yang membatalkan kegiatannya untuk ke Pekanbaru," ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (18/9).

Sedangkan, untuk di Banjarbaru, Kalimantan Selatan pihaknya juga mengakui gangguan karena adanya beberapa reservasi kamar yang dibatalkan dan juga beberapa event yang diundur.

Akibatnya, terjadi penurunan okupansi pada September ini sebesar 5%-10% di Riau. Bahkan, ia memproyeksikan ke depannya akan semakin terganggu apabila tak segera diatasi. "Penurunannya bisa sampai di angka 30%," tambahnya.

Kemudian, untuk hotelnya yang berada di Kalsel memang disebutnya belum terlalu terdampak parah lantaran asap yang menerpa belum terlalu tebal. Namun, tetap bulan ini tingkat okupansinya juga turun 5%-10%.

Baca Juga: Dafam Property (DFAM) balik kerugian berkat real estate di paruh satu 2019

Dengan begitu, pihaknya menilai total potensi kerugian di bulan ini untuk Riau mencapai Rp 200 juta hingga Rp 250 juta. Sedangkan, untuk Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru diperkirakan sampai dengan Rp 500 juta.

Walaupun begitu, pihaknya juga tetap berupaya untuk mengantisipasi potensi keugian tersebut dengan upaya menangkap semua pasar lokal dari lokasi tersebut untuk tetap 'survived' dan juga dengan memberikan pelayanan yang maksimal, serta memaksimalkan pendapatan dari lainnya seperti restoran dan lainnya.

"Juga dengan selalu update status kondisi kabut asap ke tamu, pembersihan tanaman-tanaman kering di sekitar hotel dan memantau pergerakan titik api," pungkasnya.


Reporter: Sugeng Adji Soenarso
Editor: Azis Husaini

Video Pilihan


Close [X]
×