kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Dahlan dapat laporan, mogok hanya Tanjung Priok


Senin, 03 Juni 2013 / 18:36 WIB
Dahlan dapat laporan, mogok hanya Tanjung Priok
ILUSTRASI. Penggunaan sertifikat vaksin Covid-19 masih sangat dibutuhkan. KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Beberapa asosiasi pengusaha seperti Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI), Asosiasi Pengusaha Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel), serta Asosiasi Logistik dan Forwarding Indonesia (ALFI) mengancam menghentikan kegiatan bisnisnya di beberapa pelabuhan di Indonesia. Namun, ancaman tersebut tidak terbukti.

Dahlan Iskan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan langsung hal tersebut ke R.J. Lino, Direktur Utama PT Pelindo II (Persero). Dia mendapat laporan bahwa seluruh kegiatan bongkar muat pelabuhan tidak ada yang terganggu.

"Saya dapat laporan dari Pak Lino yang terganggu akses lalu lintas keluar masuk di Pelabuhan Tanjung Priok," ujar Dahlan kepada wartawan di Kementerian BUMN, Senin (3/6). Dia bilang hal tersebut terganggu karena banyak angkutan pelabuhan yang berhenti di sekitar pelabuhan sehingga menyebabkan trafik dari dan menuju Tanjung Priok turun 60%.

Menurut  Dahlan untuk aktivitas bongkar muatnya tidak terganggu sama sekali baik itu Pelabuhan Tanjung Priok, pelabuhan di Lampung, Palembang, Jambi, Banten, dan Pelabuhan Teluk Bayur di Sumatera Barat. 

"Bongkar muat kontainer tidak terganggu sama sekali karena barang kontainer sudah ada di dalam pelabuhan sebelumnya," jelas Dahlan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×