kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Dampak El Nino, masa tanam di sentra padi mundur


Jumat, 15 Januari 2016 / 14:16 WIB
Dampak El Nino, masa tanam di sentra padi mundur


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Dampak El Nino tahun 2015 masih menghambat masa tanam pangan di tanah air.

Buktinya, masa tanam di sejumlah sentra pangan di berbagai daerah kembali mundur.  Antara lain di Karawang, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

Mundurnya masa tanam menyebabkan penyerapan Perum Bulog sangat rendah. Dalam sepekan pertama bulan Januari 2016, penyerapan beras dan gabah Bulog cuma 1.000 ton dalam sepekan.

Padahal, pada kondisi normal, Bulog bisa menyerap rata-rata 10.000 ton per hari dan saat musim panen bisa sampai 15.000 ton per hari.

Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, mirisnya penyerapan beras dan gabah Bulog disebabkan mundurnya masa tanam pada tahun lalu. Sehingga pada bulan Januari 2016, hanya sedikit tanaman padi yang memasuki masa panen.

"Untuk tahun 2016 sejak awal sudah ada serapan, tapi kecil, karena panen masih terbatas," ujar Djarot, Jumat (15/1).

Djarot menjelaskan, pada pekan pertama bulan Januari 2016 ini, Bulog baru menyerap 1.000 ton per minggu. Hal ini disebabkan kecilnya lahan pertanian yang memasuki masa panen pada bulan Januari ini.

Ia menambahkan, saat ini hanya ada panen di sejumlah titik produksi pangan seperti di Sulawesi Selatan, Jawa Tengah. "Panennya memang ada di sana, tapi kecil sekali," tutur Djarot.

Kendati begitu, Djarot enggan berpekulasi apakah masa panen pada tahun ini akan mundur satu bulan atau dua bulan. Ia bilang, dia tidak berwenang memprediksi masa panen raya, karena itu sudah masuk dalam wilayah Kementerian Pertanian (Kemtan).

Namun untuk mengantisipasi kekurangan pasokan beras pada tahun 2016 ini, Bulog sudah mendatangkan 800.000 ton beras dari Vietnam dan Thailand, dari target impor 1,5 jutan ton sampai Maret 2016. Jadi ada sekitar 700.000 ton yang akan masuk dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Selain itu, Bulog juga menjajaki impor beras dari Pakistan 1,5 juta ton. Dengan begitu, pemerintah telah menyiapkan cadagan untuk mengantisipasi mundurnya masa panen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×