kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 18.096   61,00   0,34%
  • IDX 6.131   -55,20   -0,89%
  • KOMPAS100 800   -7,14   -0,88%
  • LQ45 608   -4,53   -0,74%
  • ISSI 212   -1,96   -0,92%
  • IDX30 342   -2,78   -0,81%
  • IDXHIDIV20 423   -3,94   -0,92%
  • IDX80 91   -0,74   -0,80%
  • IDXV30 116   -0,67   -0,57%
  • IDXQ30 110   -0,83   -0,75%

Dampak pengadaan BMAD bisa mengurangi penyerapan tenaga kerja


Kamis, 19 April 2018 / 16:29 WIB
ILUSTRASI. Pelabuhan Tanjung Priok


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Riset CORE Indonesia menunjukkan bahwa pengadaan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) akan memberikan dampak pada industri maupun negara.

Direktur Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Pieter Abdullah Redjalam menjelaskan pengadaan BMAD akan memberikan dampak mulai dari penyerapan tenaga kerja, penurunan penjualan, dan pajak penjualan.

Ia menjelaskan jika BMAD diterapkan pada tahun 2018 akan terjadi perubahan volume permintaan sekitar 11%-12%.

“Perubahan itu akan berakibat menurunnya penyerapan tenaga kerja lebih dari 9.000 orang,” ujarnya di Jakarta, Kamis (19/4).

Selain itu, akibat menurunnya volume permintaan tersebut juga akan berdampak pada penurunan penerimaan PPh pemerintah.

Ia juga menyebutkan bahwa penurunan pendapatan negara dapat mencapai Rp 230 miliar.

Piter menegaskan bahwa apabila kebijakan BMAD terjadi maka, industri kecil menengah yang paling merasakan akibatnya.

“Apabila 10% BMAD yang diambil, penurunan permintaan untuk perusahaan kecil sekitar 2%-3% dan sekitar 0,8% untuk perusahaan besar,” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×