kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.911   -17,00   -0,09%
  • IDX 6.193   74,07   1,21%
  • KOMPAS100 796   7,84   0,99%
  • LQ45 608   4,93   0,82%
  • ISSI 217   4,59   2,15%
  • IDX30 337   1,37   0,41%
  • IDXHIDIV20 431   1,76   0,41%
  • IDX80 91   0,94   1,05%
  • IDXV30 118   1,35   1,16%
  • IDXQ30 110   0,20   0,18%

Dampak virus corona, Gapmmi akui tak mudah cari subsitusi impor selain China


Selasa, 03 Maret 2020 / 22:17 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat di Terminal Petikemas Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (3/1). Kementerian Perdagangan menargetkan ekspor melonjak hingga dua digit pada 2020 mendatang. Nilai ekspor pada triwulan III 2019 hanya sebesar 0,02%. Pertumbuhan tersebut


Reporter: | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengakui tidak mudah mencari subsitusi negara tujuan impor selain China. Pasalnya, selama ini perusahaan makanan dan minuman secara tidak langsung bergantung pada impor dari negeri tirai bambu tersebut.

"Untuk substitusi tidak semudah itu karena memang ini kan baru terjadi dan kami sedang menjajaki negara-negara pengganti," kata Adhi, Selasa (3/3).

Baca Juga: Gapmmi jajaki peluang pasar ekspor Amerika Latin dan Afrika

Meski begitu, Adhi mengaku tidak semua akan disubstitusi karena terkait perjanjian dagang dan ada juga yang terkait aspek-aspek khusus yang hanya diproduksi oleh China. Ditambah dengan adanya bukti bahwa produk substitusi dari negara lain harus memiliki sertifikat halal.

Adhi mengatakan, ada beberapa negara bila nantinya substitusi impor jadi dilakukan. Diantaranya Australia, New Zealand, Vietnam, Thailand dan India. Sementara untuk bahan baku produk yang dijadikan jus buah kemungkinan negara substitusi bisa berasal dari negara Afrika.

"Kami sedang menjajaki. Ada yang lebih mahal dari China. Ada yang kompetitif. Memang tidak mudah. Tapi jujur memang ada sedikit lebih mahal dari China," terang dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×