kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Gapmmi jajaki peluang pasar ekspor Amerika Latin dan Afrika


Selasa, 03 Maret 2020 / 22:03 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas produksi air mineral dalam kemasan di Pasuruan, Jawa Timur (16/10/2019). 


Reporter: Vendi Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan, pihaknya tengah menjajaki pasar tujuan ekspor yakni kawasan Amerika Latin dan Afrika. 

"Sebetulnya kita ingin kejar (ekspor ke) Afrika sama Amerika Latin," kata Adhi, Selasa (3/3). 

Adhi mengatakan, pihaknya menjajaki ekspor di kedua kawasan tersebut dengan kerjasama perdagangan secara bilateral. Ia meyakini, dengan kerjasama perdagangan secara bilateral, maka produk Indonesia yang akan diekspor dapat langsung menyasar negara tujuan. 

Baca Juga: Para ekonom sebut virus corona bikin defisit neraca perdagangan menipis

"Dan yang kita kejar sebetulnya ingin bilateral. Sangat bagus sekali untuk meningkatkan ekspor karena bilateral itu benar-benar langsung mengenai sasaran terutama terkait dengan transaksi ekspor impor," ucap dia.

Meski begitu, Adhi belum mau menerangkan apa saja jenis produk yang akan dijajaki untuk diekspor di kedua wilayah itu. Ia juga belum memastikan kapan ekspor itu akan dimulai.

Sebelumnya, Pemerintah menyatakan akan membuat sejumlah kebijakan untuk meningkatkan ekspor Indonesia. Hal ini merespon adanya dampak virus korona kedepannya.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono mengatakan, pemerintah akan memberikan kebijakan yang disebut second stimulus. Stimulus ini dimaksudkan ini terkait kelancaran rantai pasokan barang.

"Ada empat kebijakan yang terkait dengan stimulus yang kedua ini terutama yang mendorong kelancaran arus barang baik ekspor maupun impor," kata Susiwojono, Selasa (3/3).

Baca Juga: Penyebaran virus corona berpotensi seret pertumbuhan ekonomi ke level 4%

Pertama, menyederhanakan aturan larangan pembatasan atau tata niaga terkait dengan ekspor. Meski begitu, pemerintah masih membahas seperti apa formulasi terkait hal tersebut. 




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×