kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45923,47   -12,05   -1.29%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

DCI Indonesia (DCII) Ungkap Permintaan Green Data Center di Indonesia akan Meningkat


Selasa, 22 Agustus 2023 / 14:01 WIB
DCI Indonesia (DCII) Ungkap Permintaan Green Data Center di Indonesia akan Meningkat
ILUSTRASI. DCI Indonesia (DCII) Ungkap Alasan Permintaan Green Data Center di Indonesia akan Meningkat. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten perusahaan data center PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mengungkap permintaan green data center atau data center yang dirancang dan dioperasikan dengan tujuan mengurangi dampak lingkungan akan semakin bertambah dan berkembang pesat di Indonesia.

Corporate Secretary DCII Gregorius Nicholas Sudarsono mengungkapkan peningkatan permintaan green data center ini didukung dengan adanya sejumlah inisiatif yang dilakukan baik di sisi pemerintah Indonesia maupun internasional. 

Concern yang kita miliki sebagai masyarakat global adalah menciptakan transformasi digital yang lebih ramah lingkungan,” katanya dalam acara Public Expose Tahunan DCII, Selasa (22/08). 

Ia menambahkan, semua industri punya peran penting agar operasional bisa lebih ramah lingkungan ke depannya, begitu juga dengan industri yang bergerak di sektor pusat data dan transformasi digital yang lain. 

Baca Juga: Laba Melonjak 69,39%, DCI Indonesia (DCII) Optimistis Raih Pertumbuhan Dobel Digit

“Oleh karena itu, DCII mengambil inisiatif untuk membangun green data center yang pertama. Bukan hanya karena permintaan yang semakin banyak tapi juga dari sisi visi kita, kita mau membangun digital platform yang mendukung lingkungan,” jelasnya.

Terkait kendala DCII mengembangkan green data center di Indonesia Gregorius mengungkap justru Indonesia memiliki beberapa kelebihan dibandingkan negara lain.

“Bisa dibilang Indonesia memiliki advantage, in terms of renewable energy source. Karena kita punya sumber tenaga surya yang cukup banyak, dengan kita berada di iklim tropis. Lalu hydro energy juga, karena secara geografi kita berlokasi di lautan, sebagai negara kepulauan. Hidroelektrik juga memiliki potensi yang bagus,” ungkapnya. 

Hanya saja potensi yang besar dan bagus itu ungkap dia, belum bisa dikembangkan secara lebih baik dan lebih efisien. 

Meski begitu, melihat pertumbuhan ekonomi digital yang pesat di Indonesia juga DCII mengungkap Indonesia bisa dibilang menjadi market yang sangat attractive bagi pemain pusat data yang lain. 

“Jadi kalau kita lihat di dua-tiga terakhir yang mana kita antisipasi akan berlanjut di dua-tiga tahun ke depan, kompetitor akan semakin banyak, baik dari lokal maupun dari internasional. Pada saat ini saja setidaknya sudah ada 3 kompetitor yang sedang membangun di daerah Jakarta,” jelasnya. 

Untuk mengantisipasi persaingan tersebut DCII ungkap dia akan membuat DCI platform yang membuat ekspansi berjalan dengan lebih cepat dan fokus untuk membangun data center yang lebih ramah lingkungan.

 

Kemudian terkait pelanggan, hingga semester-1 2023, demografi pelanggan DCII cukup bervariasi namun mayoritas berasal dari Jakarta dan sekitarnya.

“Kita melayani lebih dari 300 customer dari berbagai industri. Ada finansial industri, bank, dan customer ritel yang size-nya lebih kecil-kecil,” ungkapnya. 

Saat ini, DCII tercatat memiliki beberapa area lokasi data center yang sudah beroperasi dan masih terus dalam proses pembangunan Gedung data center.

Di antaranya adalah DCI-H1 Cibitung yang berlokasi di Cibitung dengan kapasitas data center lebih dari 300 MW. Yang kedua adalah DCI-H2 Karawang yang berada di Karawang dengan kapasitas lebih dari 600 MW dan lebih dari 30 MW solar panel. 

Yang ketiga adalah DCI-E1 Jakarta di Jakarta yang masih dalam proses konstruksi dan yang terakhir adalah DCI-C3 Sky Bintan yang berada di Bintan yang masih dalam proses planning stage.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×