kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45863,16   -14,36   -1.64%
  • EMAS920.000 0,00%
  • RD.SAHAM -1.01%
  • RD.CAMPURAN -0.38%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Demi zero emisi, PLN moratorium pembangunan pembangkit batubara


Jumat, 07 Mei 2021 / 12:05 WIB
Demi zero emisi, PLN moratorium pembangunan pembangkit batubara
ILUSTRASI. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap Ekspansi II atau PLTU Jawa 8

Reporter: Azis Husaini | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tidak akan lagi membangun pembangkit batubara setelah seluruh proyek 35.000 Megawatt (MW) dan Fast Track Program (FTP) 2 sebesar 7.000 MW selesai pada tahun 2023 mendatang. 

Sebagai gantinya, kelistrikan PLN nantinya akan dipenuhi oleh pembangkit dari Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Direktur Utama PT PLN Zulkifli Zaini mengungkapkan, untuk proyek 35.000 MW secara perencanaan dan pengadaan termasuk kontrak sudah selesai Desember 2019 dan hanya tinggal 4% masih dalam proses pengadaan.

"95% sudah terselesaikan kontrak sampai akhir 2019. Sekitar tahun 201-2023 akan selesai terbangun. Kita sekarang tinggal menunggu penyelesaian dari 35.000 dan FTP 7.000 MW. Dari 35.000 MW itu hanya 2,000 MW yang merupakan proyek EBT," terang dia dalam acara webinar dengan editor media, Jumat (7/5).

Dia mengatakan, bahwa dalam lima tahun kedepan akan ada 12.000 MW yang akan mulai commercial operation date (COD). "Setelah ini (35.000 MW) selesai, kami berkomitmen penambahan energi listrik di waktu datang hanya akan berfokus pada EBT. Jadi komitmen PLN adalah setelah 35.000 MW ini kita hanya akan masukan listri dari EBT," imbuh dia.

Zukifli menerangkan, teknologi dari pembangkit listrik tenaga surya akan semakin baik dan harga jual listrik PLTS juga akan turun, dari US$ 10 cent per kWh menjadi US$ 5 cent per kWh. "Saat ini sudah tinggal US$ 5 cent per kWh dan bisa turun. Kita ketahui juga PLTS hanya bisa mengaliri listrik 4 jam sehari jadi harus ada pembangkit lagi yang base load nya," ungkap dia.

Dirut PLN mengatakan bahwa PLTS harus didampingi dengan baterai. "Jadi kami tegaskan. Setelah semua hal terkait 35.000 MW tadi, insyaallah kami akan penuhi listrik Indonesia hanya dari EBT," imbuh dia. 

Dia mengatakan, potensi EBT sangat besar di Indonesia. Saat ini PLN menjual 250 tWH sampai dengan 300 TWH per tahun. "Kami proyeksikan di tahun 2060 dengan petumbuhan 4,7% per tahun listrik indonesia, 2060 itu 1.800 tWH. artinya apa? artinya antara tahun ini dan 2060 ada sekitar 1.500 TWH listrik yang harus dipenuhi dari EBT dan zero emisi pada 2050," ujar dia.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Panduan Cepat Maximizing Leadership Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale

[X]
×